
Irjen Pol Helfi Assegaf. (Polri)
JawaPos.com - Aksi begal yang semakin meresahkan masyarakat membuat Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf mengambil sikap tegas. Dia memerintahkan seluruh jajarannya untuk tidak ragu-ragu menembak begal saat beraksi. Instruksi itu dia keluarkan setelah seorang anak buahnya bernama Bripka (Anumerta) Arya Supena meninggal dunia saat berusaha mencegah aksi begal beberapa waktu lalu.
”Saya sampaikan bahwa kami sudah sampaikan di awal, tidak ada toleransi (untuk) pelaku begal, kami perintahkan tembak di tempat pelaku begal, tembak di tempat. Tidak ada toleransi,” tegas Helfi saat menyampaikan keterangan kepada awak media.
Jenderal bintang dua Polri itu mengeluarkan perintah tersebut bukan tanpa sebab. Menurut dia, begal bukan lagi aksi pencurian biasa. Mereka bertindak dan melakukan aksi kejahatan dalam posisi siap melukai korban atau petugas. Selain itu, pendalaman yang dilakukan terhadap tersangka mendapati bahwa hasil kejahatan begal digunakan untuk aktivitas terlarang lain. Yakni membeli narkotika.
”Akan kami buktikan, silakan yang mau coba-coba, monggo silakan. Tapi, yang jelas kami perintahkan seluruh jajaran tembak di tempat untuk pelaku begal. Karena, (kejahatan) itu sangat meresahkan masyarakat. Mereka bukan lagi untuk urusan perut, mereka melakukan pencurian digunakan untuk membeli narkoba,” ucap dia.
Kepada seluruh masyarakat di Lampung, Helfi meminta untuk segera melapor kepada polisi bila mendapati aksi begal. Dia memastikan, pihaknya akan mengintensifkan penindakan terhadap para pelaku kejahatan jalanan tersebut. Sebagai bagian dari bentuk pencegahan, polisi meminta masyarakat selalu menggunakan kunci ganda.
Polda Lampung terpaksa menembak mati Bahroni alias Roni pada Jumat pagi (15/5). Pelaku penembakan Bripka Anumerta Arya Supena tersebut ditindak secara tegas karena situasi saat upaya penangkapan berlangsung membahayakan bagi petugas di lapangan.
Menurut Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf, petugas menemukan Roni yang sempat buron di wilayah Teluk Hantu, Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran. Dia berusa melawan dengan menodongkan senjata api ke arah petugas.
”Tersangka melakukan perlawanan secara aktif yang membahayakan tim gabungan menggunakan senjata api rakitan jenis revolver kepada petugas. Tim melakukan tindakan tegas dan terukur, sehingga pelaku tewas di tempat dengan barang bukti satu pucuk senjata api jenis revolver dan satu bilah pisau,” kata Helfi.
Selain senjata api rakitan tersebut, polisi juga menemukan dan mengamankan sejumlah barang bukti lain. Mulai senjata tajam, amunisi, senjata api, dan sepeda motor yang diduga hasil curian. Petugas menduga barang bukti tersebut terkait dengan tindak kejahatan yang dilakukan oleh Roni dan komplotannya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
