
Polresta Banda Aceh saat melakukan pemeriksaan terhadap seorang perempuan yang diduga sebagai pegawai daycare BPD terkait kasus dugaan kekerasan terhadap anak balita yang viral di media sosial, Selasa (28/4/2026). (Dok. Polresta Banda Aceh)
JawaPos.com-Kasus kekerasan di tempat penitipan anak (daycare) belakangan ini tengah menjadi perhatian masyarakat. Hal ini setelah Daycare Little Aresha Jogjakarta, dikabarkan melakukan kekerasan terhadap anak dengan cara diikat.
Kasus serupa juga terjadi di daycare berinisial BPD yang berada di kawasan Lamgugob, Banda Aceh. Dugaan ini mencuat setelah beredarnya rekaman kamera pengawas (CCTV) yang kemudian viral di masyarakat.
Pemilik Daycare BPD, Husaini Jamil, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyampaikan, pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan memberhentikan tiga pegawai yang terlibat, terdiri dari satu orang yang diduga sebagai pelaku utama serta dua orang lainnya yang dianggap membiarkan kejadian berlangsung tanpa tindakan.
Husaini mengaku, pertama kali mengetahui peristiwa tersebut dari laporan manajer pada Jumat (24/4) lalu. Menindaklanjuti laporan itu, ia segera memerintahkan tim internal untuk melakukan penyelidikan.
“Setelah menerima laporan dari manajer, saya langsung meminta tim melakukan investigasi. Hasilnya menunjukkan bahwa memang terjadi tindakan kekerasan,” kata Husaini sebagaimana dikutip dari Rakyat Aceh (Jawa Pos Grup), Rabu (29/4).
Ia menambahkan, keputusan untuk memberhentikan para pegawai diambil dengan cepat setelah hasil investigasi diterima.
“Tidak lama setelah laporan masuk, saya langsung memutuskan untuk memecat tiga orang tersebut, satu pelaku dan dua yang membiarkan. Kurang dari satu jam setelah laporan saya terima, keputusan sudah diambil,” jelasnya.
Lebih lanjut, Husaini mengungkapkan bahwa sistem CCTV di daycare tersebut dapat diakses oleh seluruh wali siswa. Karena itu, rekaman kejadian pertama kali diketahui oleh wali siswa lain, bukan langsung oleh orang tua korban.
“Rekaman itu dilihat oleh wali siswa lain karena semua wali memang memiliki akses terhadap CCTV,” tegasnya.
Dari video yang beredar, terlihat beberapa adegan yang mengindikasikan adanya kekerasan. Dalam rekaman pertama, seorang pegawai yang mengenakan pakaian hitam dan jilbab abu-abu tampak menangani seorang anak yang sedang menangis. Tangisan anak semakin menjadi ketika kepalanya dipegang dan wajahnya dilap dengan cukup keras.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022