
Ilustrasi masyarakat terdampak bencana Aceh dan Sumut mengantre bantuan pangan dari relawan. (Istimewa)
JawaPos.com–Bencana banjir besar yang melanda Aceh dan Sumatra Utara tidak hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga membuka peluang pembenahan sistem penanggulangan bencana di Indonesia. Di tengah krisis kemanusiaan berskala besar, kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, militer, hingga swasta, menjadi sinyal positif menuju respons yang lebih terintegrasi.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 16 Desember 2025 mencatat 1.053 korban meninggal dunia, sekitar 200 orang masih hilang, serta lebih dari 606 ribu warga mengungsi. Ribuan lainnya mengalami luka-luka dan masih menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar.
Di tengah situasi tersebut, dukungan dari sektor non pemerintah mulai memperkuat respons darurat. Platform filantropi BenihBaik.com menyalurkan hibah dari The Coca-Cola Foundation untuk menjangkau wilayah terdampak, terutama daerah terpencil yang sulit diakses.
Presiden The Coca-Cola Foundation Carlos Pagoaga menegaskan, pentingnya solidaritas dalam masa krisis. Pihaknya berkomitmen mendukung masyarakat lokal, terutama pada masa-masa sulit.
”Hati dan pikiran kami bersama seluruh masyarakat yang terdampak banjir di Aceh dan Sumatra Utara,” ujar dia melalui keterangannya.
Senada, pendiri BenihBaik.com Andy F. Noya melihat kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat.
Baca Juga:Evakuasi 8 Jenazah Korban Selesai, Basarnas Tutup Operasi SAR Kecelakaan Helikopter PK-CFX di Kalbar
”Dukungan ini menjadi harapan bagi ribuan keluarga terdampak. Kami berkomitmen memastikan bantuan menjangkau kelompok paling rentan agar tidak ada yang tertinggal,” kata Andy F. Noya.
Bantuan yang disalurkan mencakup penyediaan air bersih, fasilitas sanitasi, dapur umum, hunian sementara, hingga layanan kesehatan darurat. Upaya ini turut diperkuat koordinasi dengan BNPB, pemerintah daerah, serta dukungan logistik dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menjangkau wilayah terisolasi.
Meski tantangan di lapangan masih ada, mulai dari akses geografis hingga distribusi bantuan, respons terpadu yang mulai terbentuk dinilai sebagai langkah maju. Penguatan koordinasi dan keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa penanganan bencana di Indonesia bergerak ke arah yang lebih kolaboratif.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
