Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 April 2026 | 02.13 WIB

Kapolda Riau Sampaikan Permohonan Maaf, Insiden di Panipahan jadi Evaluasi Polri

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Jumat (3/4/2026). (Istimewa) - Image

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Jumat (3/4/2026). (Istimewa)

JawaPos.com – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan permohonan maaf atas insiden kerusuhan yang terjadi di Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir. Ia menegaskan, peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi institusi Polri.

“Secara pribadi maupun sebagai Kapolda Riau, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Panipahan. Kami juga menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu,” kata Irjen Pol Herry Heryawan kepada wartawan, Kamis (16/4).

Herry mengakui, kejadian tersebut tidak terlepas dari ketidakpuasan masyarakat terhadap penanganan kasus narkoba. Hal ini, menurutnya, menunjukkan masih adanya kekurangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

“Kami menyadari bahwa apa yang terjadi tidak terlepas dari ketidakpuasan masyarakat. Ini menjadi evaluasi bagi kami bahwa masih ada kekurangan dalam pelaksanaan tugas,” ucapnya.

Ia menekankan, peristiwa di Panipahan harus menjadi momentum untuk melakukan perubahan. Salah satu persoalan utama yang ditemukan adalah belum terbangunnya komunikasi yang kuat antara aparat dan masyarakat.

Karena itu, ia mendorong adanya komunikasi yang lebih terbuka ke depan, baik melalui forum bersama maupun kanal komunikasi langsung antara tokoh masyarakat dan aparat.

“Kami sudah melakukan evaluasi dan pembenahan. Personel yang bertugas harus benar-benar bersih dan profesional. Ini komitmen yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Selain pendekatan keamanan, Herry juga menyoroti pentingnya solusi sosial dan ekonomi dalam menangani persoalan narkoba. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberian bantuan mesin ketinting kepada nelayan di Panipahan.

“Kita tidak bisa hanya bicara penindakan. Kita juga harus membantu masyarakat agar memiliki alternatif ekonomi yang lebih baik. Ketika ekonomi bergerak, maka ruang bagi narkoba akan semakin sempit,” pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore