
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut). (Basarnas)
JawaPos.com - Seorang warga dilaporkan meninggal dunia pasca gempa dengan kekuatan 7,6 skala richter mengguncang Kota Manado, Sulawesi Utara. Korban tertimbun reruntuhan gedung KONI yang berada di Lapangan Olahraga Sario. Selain korban meninggal dunia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kerusakan bangunan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa gempa bumi terasa sangat kuat di Kota Manado. Tidak hanya itu, gempa bumi tersebut memicu kerusakan beberapa bangunan yang berakibat munculnya korban jiwa. Dia memastikan, petugas di lapangan sudah mengevakuasi korban ke rumah sakit.
”Seorang warga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di antara reruntuhan Gedung KONI, Lapangan Olahraga Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara, setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 terjadi,” kata Abdul Muhari pada Kamis (2/4).
Baca Juga:Staycation Makin Digemari, Ini Alasan dan 8 Kota Favorit untuk Liburan Singkat Nggak Ribet
Berdasar laporan perkembangan kaji cepat dari petugas di lapangan, kerusakan infrastruktur juga sudah teridentifikasi. Diantaranya 1 unit tempat ibadah di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate dan 2 unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan. Tidak hanya di Kota Manado, guncangan gempa bumi dirasakan sangat kuat di wilayah Kota Bitung dan Kota Ternate.
”Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan dinas terkait berbagai daerah saat ini terus melakukan monitoring, asesmen, serta koordinasi penanganan darurat,” jelas dia.
Sebelumnya, Abdul Muhari menyatakan bahwa tsunami kecil juga terdeteksi terjadi di wilayah Bitung pada pukul 06.15 WIB dengan ketinggian 0,2 meter. Meski tsunami di Halmahera dan Bitung relatif kecil, BNPB meminta masyarakat tetap waspada. Mengingat tsunami dipicu gempa bumi dengan kekuatan 7,6 skala richter.
”Gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut di tenggara Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis, 2 April 2026, pukul 05.48 WIB. Berdasarkan data pemutakhiran, pusat gempa berada pada koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 62 kilometer,” terang Abdul Muhari.
Laporan yang diterima oleh BNPB menyebutkan bahwa guncangan gempa bumi itu dirasakan sangat kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya. Selain itu, masyarakat di Kota Ternate juga merasakan guncangan kuat hingga menyebabkan kepanikan. Sampai pukul 07.00 WIB, tercatat sudah terjadi 2 gempa susulan.
”Masing-masing berkekuatan magnitudo 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB. Kedua gempa susulan tersebut berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami, namun tetap dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak,” kata dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Crystal Palace vs Middlesbrough di Carabao Cup: The Boro Siap Permalukan Tuan Rumah
Polisi Sebut Human Error Dibalik Kecelakaan Maut BYD M6 yang Tewaskan Sekeluarga di Kembangan Jakbar
