
Kondisi Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor Pasca Gempa Bumi, Kamis (03/04) (dok. Istimewa)
JawaPos.com - Gempa bumi dengan magnitudo 7,6 mengguncang Sulawesi Utara dan beberapa daerah di sekitarnya pada Kamis pagi (2/4). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami pasca goncangan tersebut. Meski peringatan dini tsunami sudah berakhir, Kantor SAR Manado mengimbau warga tetap menjauhi pantai.
”Masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, warga agar menjauhi wilayah pantai dan daerah rendah serta selalu mengikuti informasi resmi dari instansi terkait seperti BMKG dan BPBD,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado George Mercy Randang dalam keterangan resminya.
George menyatakan bahwa sampai saat ini wilayah terdampak gempa bumi masih terus dipantau oleh Tim SAR Gabungan. Semua instansi terkait juga mengambil langkah untuk mengantisipasi perkembangan situasi lebih lanjut. Sejauh ini sudah terjadi 25 gempa susulan. Otoritas terkait juga sudah mendeteksi terjadinya kenaikan muka air laut di beberapa wilayah pesisir.
”Sehingga kondisi masih dalam pemantauan intensif oleh pihak berwenang,” imbuhnya.
Berdasar data sementara, gempa bumi tersebut mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 2 orang mengalami cedera ringan. Selain itu, kerusakan juga dilaporkan terjadi pada sejumlah bangunan yang terdiri atas 6 unit rumah, 4 gedung perkantoran, serta 4 rumah ibadah. Termasuk diantaranya Gedung KONI di Kota Manado.
Guncangan gempa bumi tersebut terjadi pada Kamis pagi pukul 06.48 WITA. Berdasar laporan awal, pusat gempa berada sekitar 129 kilometer tenggara Bitung dengan kedalaman 62 kilometer. Guncangan gempa dirasakan kuat oleh masyarakat, khususnya di Kota Bitung, selama kurang lebih 15 hingga 20 detik dan sempat menimbulkan kepanikan.
”Warga di wilayah Girian Bawah melaporkan adanya fenomena surutnya air laut hingga sekitar 7–10 meter dari garis pantai. Sementara di Pantai Candi, Bitung Barat Dua, air laut juga terpantau surut sekitar 5 meter sesaat setelah gempa terjadi,” jelas George.
Keterangan serupa disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. Dia menyampaikan bahwa gempa bumi terasa sangat kuat di Kota Manado. Tidak hanya itu, gempa bumi tersebut memicu kerusakan beberapa bangunan yang berakibat munculnya korban jiwa. Dia memastikan, petugas di lapangan sudah mengevakuasi korban ke rumah sakit.
”Seorang warga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di antara reruntuhan Gedung KONI, Lapangan Olahraga Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara, setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 terjadi,” kata Abdul Muhari.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
