Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Maret 2026, 15.00 WIB

Seorang Pemudik Meninggal Dunia di dalam Bus yang Sedang Antre Menuju Pelabuhan Gilimanuk

Tim Inafis Polres Jembrana dan tim medis Satgas Medis Operasi Ketupat Agung melakukan pemeriksaan terhadap seorang pemudik yang ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah bus tujuan Kebumen, Jawa Tengah di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Rabu (18/3). ANTARA/HO-Humas Polres Jembrana - Image

Tim Inafis Polres Jembrana dan tim medis Satgas Medis Operasi Ketupat Agung melakukan pemeriksaan terhadap seorang pemudik yang ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah bus tujuan Kebumen, Jawa Tengah di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Rabu (18/3). ANTARA/HO-Humas Polres Jembrana

JawaPos.com - Satu orang pemudik ditemukan meninggal dunia dalam sebuah bus yang sedang antre menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.

"Kami mendapatkan laporan dari kondektur bus ada penumpang yang pingsan. Saat kami cek ke dalam bus, yang bersangkutan sudah meninggal dunia," kata Kasub Satgas Pengamanan Gilimanuk dalam Operasi Ketupat Agung 2026 Komisaris Polisi (Kompol) I Nyoman Wiryadarma, di Gilimanuk, Bali, Rabu.

Perwira yang juga menjabat sebagai Komandan Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Bali ini mengatakan penumpang perempuan berinisial R dengan tujuan Kebumen, Jawa Tengah ini selanjutnya dibawa ke Puskesmas Gilimanuk untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Dari pemeriksaan petugas medis dinyatakan meninggal dunia. Kami berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk kepulangan jenazahnya ke Jawa Tengah," katanya.

Kapolres Jembrana Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kadek Citra Dewi Suparwati saat dikonfirmasi mengatakan, jenazah penumpang tersebut sudah diberangkatkan ke daerah asal.

Terkait penyebab kematian perempuan yang naik bus dari Denpasar ini, dia mengatakan, tim medis hanya melakukan pemeriksaan luar.

"Dari pemeriksaan luar tidak ditemukan hal-hal yang tidak wajar. Pemeriksaan lebih lanjut seperti outopsi tidak dilakukan," katanya.

Dengan musibah ini dia mengimbau pemudik untuk memperhatikan kesehatan sebelum berangkat, karena situasi di jalan tidak menentu.

"Kami tentu tidak tahu kondisi kesehatan pemudik satu persatu. Yang tahu adalah diri mereka sendiri. Kalau kurang sehat lebih baik istirahat," katanya.

Selain satu orang meninggal dunia, pada hari-hari sebelumnya belasan pemudik juga pingsan yang langsung mendapatkan pertolongan dari petugas.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore