
Antrean di Pelabuhan Gilimanuk mulai terurai (Dok. ASDP)
JawaPos.com - Lonjakan volume kendaraan yang signifikan menjadi salah satu penyebab utama antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menjelang penghentian operasional saat Hari Raya Nyepi 2026. Data terbaru menunjukkan, peningkatan jumlah kendaraan bahkan melampaui 40 persen dibandingkan periode normal.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengungkapkan, tekanan terhadap kapasitas layanan terjadi akibat tingginya mobilitas masyarakat yang ingin menyeberang sebelum pelabuhan ditutup sementara. Kondisi ini diperparah oleh dinamika lalu lintas di luar kawasan pelabuhan yang turut menyumbang kepadatan.
Berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam pada 18 Maret 2026 (H-3), jumlah penumpang tercatat mencapai 74.213 orang atau melonjak 65,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, total kendaraan mencapai 23.555 unit atau naik 58,8 persen.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada kendaraan logistik. Truk tercatat meningkat hingga 139,4 persen menjadi 1.051 unit. Selain itu, kendaraan roda empat juga mengalami lonjakan tajam sebesar 87,7 persen menjadi 7.260 unit, diikuti roda dua yang naik 44,5 persen menjadi 14.659 unit. Bus pun meningkat 51,2 persen menjadi 585 unit.
Lonjakan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan aktivitas distribusi barang dan mobilitas masyarakat menjelang momentum Nyepi, di mana seluruh operasional penyeberangan dihentikan sementara.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menyebut bahwa lonjakan tajam ini menjadi tantangan besar dalam pengelolaan arus di pelabuhan. Namun, respons cepat dan koordinasi lintas instansi menjadi kunci dalam mengatasi kepadatan tersebut.
“Terima kasih atas kesabaran masyarakat, serta sinergi seluruh pihak yang memungkinkan antrean dapat terurai hingga nol kilometer sebelum penutupan Nyepi. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang solid mampu menghadirkan solusi nyata dalam waktu cepat,” ujarnya.
Sejumlah langkah strategis pun diterapkan secara simultan untuk mengurai kepadatan. ASDP mengoperasikan sekitar 35 kapal dengan pola sangat padat, mempercepat sistem Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), menambah kapal perbantuan, serta mengoptimalkan buffer zone dan rekayasa lalu lintas.
Hasilnya, antrean kendaraan yang sebelumnya mengular berhasil ditekan hingga nol kilometer tepat sebelum penghentian operasional penyeberangan. Per pukul 22.20 WITA pada 18 Maret, tidak lagi ditemukan antrean kendaraan di area tollgate pelabuhan.
Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H-3, total penumpang tercatat mencapai 457.611 orang atau naik 7,2 persen, sementara total kendaraan mencapai 146.447 unit atau meningkat 8,8 persen dibandingkan tahun lalu.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
