
Komisioner Kompolnas Choirul Anam. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turun langsung ke lokasi penembakan Bertrand Eko Prasetyo di Jalan Toddopuli Raya, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dari lokasi tersebut, mereka memperoleh rekaman CCTV saat peristiwa penembakan terjadi.
Menurut Komisioner Kompolnas Choirul Anam, ada rangkaian peristiwa sebelum pistol yang digunakan oleh Iptu N meletus dan mengenai Bertrand. Yakni masalah sosial yang memantik petugas kepolisian untuk mendatangi Jalan Toddopuli Raya pada Minggu pagi (1/3).
”Dalam konteks bagaimana peristiwa itu berlangsung, memang ada problem sosial di situ. Anak-anak ada di jalanan, terus ada petugas kepolisian, dan itu tergambar jelas di CCTV tersebut,” ucap Anam saat dikonfirmasi pada Jumat (6/3).
Mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) itu memastikan, rekaman CCTV yang diperoleh Kompolnas sangat klir dan jelas. Menunjukkan rangkaian peristiwa secara utuh. Sehingga mereka mendapatkan gambaran peristiwa penembakan yang menewaskan Bertrand.
”Itu sesuatu yang baru, yang itu membuat terangnya peristiwa pada Minggu pagi. Bagaimana sampai anak tersebut mengalami luka tembak. Itu memang kalau dari CCTV sepanjang kami lihat, tembakannya memang tidak diarahkan, tidak dibidik,” kata dia.
Namun demikian, Anam tetap mendorong agar kasus tersebut ditangani dengan baik. Dia mendorong agar Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel memproses hukum N secara transparan dan akuntabel. Sehingga semua pihak bisa mengikuti proses hukum tersebut.
”Langkah yang baik dengan kecepatan penetapan tersangka, harus diteruskan dengan tindakan yang akuntabel dan transparan. Kami mendukung itu,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Bertrand meninggal dunia setelah tertembak senjata api milik Iptu N. Peristiwa penembakan terjadi saat korban terlibat dalam aksi tawuran menggunakan senjata mainan berpeluru jeli. Berdasar informasi yang dihimpun oleh Polrestabes Makassar, peristiwa itu terjadi pagi hari sekitar pukul 07.00 WITA.
Saat itu, Iptu N langsung bergerak menuju lokasi setelah mendapat informasi terjadinya tawuran remaja menggunakan senapan mainan. Perwira polisi itu langsung bergerak lantaran mendapat kabar bahwa remaja yang terlibat tawuran turut mencegat pengguna jalan, bahkan sampai mendorong dan menendang pengendara yang melintas.
”Kejadiannya adalah pukul 07.00 pagi, d mana ada laporan dari salah satu kapolsek kami, yaitu Kapolsek Rappocini melalui HT (Handy Talky) bahwa ada anak muda yang sedang bermain senapan omega, lalu mencegat orang-orang yang jalan, lalu mendorong orang yang jalan, juga melukai orang yang jalan di situ,” ungkap Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana.
Saat Iptu N tiba di TKP, dia melihat Bertrand tengah melakukan tindakan yang cukup keras kepada salah seorang pengendara motor. Karena itu, dia turun dari mobil dan langsung menangkap remaja berusia 18 tahun tersebut. Iptu N memegangi Bertrand sambil meletuskan tembakan peringatan hingga remaja lainnya langsung berhamburan melarikan diri.
”Kemudian Bertrand berusaha untuk melarikan diri, berusaha meronta, dan ketika meronta, pistol yang masih dipegang oleh Iptu N meletus dengan tidak sengaja terkena bagian tubuh belakang (Bertrand),” jelasnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
