
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung lokasi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1). (Setwapres)
JawaPos.com - Tim DVI telah mengidentifikasi 20 jenazah korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar). Puluhan korban meninggal dunia itu teridentifikasi dari 38 kantong jenazah atau bodypack yang sudah diserahkan oleh Tim SAR Gabungan. Kini masih ada 18 bodypack yang akan diidentifikasi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyampaikan bahwa 20 jenazah yang telah teridentifikasi sudah diserahkan kepada pihak keluarga. Dia memastikan, proses pencarian akan terus berjalan. Mengingat masih ada 80-an korban hilang belum ditemukan.
”Operasi pencarian dan pertolongan hari ini dimulai sekitar pukul 08.00 WIB,” kata dia kepada awak media pada Selasa (27/1).
Untuk mempercepat pencarian korban hilang, Tim SAR Gabungan mendapat tambahan kekuatan dari alat berat yang sudah dikerahkan mulai hari ini. Alat berat itu didatangkan untuk memperluas pencarian di sektor A dan sektor B. Sedikitnya ada 9 excavator dikerahkan dalam proses pencarian hari ini.
”Tim SAR Gabungan yang dikerahkan hari ini mencapai 800 personil, seluruhnya bekerjasama dalam upaya operasi pencarian dan pertolongan,” terang Abdul Muhari.
Berdasar data, jumlah pengungsi pasca longsor di Cisarua mencapai 685 jiwa. Seluruhnya berada di Kantor Desa Pasirlangu. Rinciannya 353 jiwa berada di Gor Desa dan 332 jiwa di Aula Desa. Untuk mendukung kebutuhan dasar para pengungsi, BNPB telah menyalurkan beberapa bantuan.
”Berupa 200 paket sembako, 100 pouch makanan siap saji, 50 kasur lipat, 100 lembar selimut, 100 matras, dan 50 paket alat kebersihan,” imbuhnya.
Longsor di Cisarua terjadi pada Sabtu dini hari (24/1). Longsor terjadi akibat hujan deras yang turun dalam durasi cukup lama. Jumlah korban hilang mencapai puluhan orang karena longsor menimbun permukiman warga. Selain itu, ada 23 prajurit Korps Marinir yang juga menjadi korban longsor tersebut.
Melalui keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media pada Selasa (27/1), Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menyampaikan bahwa secara keseluruhan jumlah personel Korps Marinir yang hilang tertimbun longsor sebanyak 23 orang.
Dari 23 orang tersebut, 4 diantaranya sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Untuk menemukan 19 prajurit yang masih hilang, TNI AL mengerahkan ratusan personel. Mereka dilengkapi sejumlah alat dan unsur pendukung dalam operasi SAR.
”TNI Angkatan Laut bersama unsur-unsur terkait, hingga saat ini terus berupaya mengevakuasi korban dengan menerjunkan sebanyak 200 personel Marinir, dengan menggunakan teknologi drone, thermal dan anjing pelacak,” ujarnya.
Tagging: BNPB, Basarnas, Tim SAR Gabungan, Longsor Bandung Barat, Longsor Cisarua

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
