Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Desember 2025, 12.53 WIB

Polisi Amankan Lima HP atas Dugaan Pembunuhan Satu Keluarga

Mobil Tim Inafis Satreskrim Polres Situbondo di depan kamar jenazah RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo, Minggu (28/12). (Novi Husdinariyanto/Antara) - Image

Mobil Tim Inafis Satreskrim Polres Situbondo di depan kamar jenazah RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo, Minggu (28/12). (Novi Husdinariyanto/Antara)

JawaPos.com–Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Situbondo selain mengamankan barang bukti sebilah pisau juga mengamankan lima telepon seluler (HP/handphone) atas kasus dugaan korban pembunuhan satu keluarga.

Ketiga korban dugaan pembunuhan itu, yakni Muhammad Hasim, 58, dan istrinya Suningsih, 38, serta Umi Rahmania, 18, anak perempuan mereka. Ketiganya ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, pada Minggu (28/12) sekitar pukul 07.00 WIB.

”Kami juga mengamankan lima handphone di lokasi kejadian, termasuk sebilah pisau, serta memeriksa kamera pengintai dalam kondisi mati,” kata Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan seperti dilansir dari Antara di Situbondo.

Menurut dia, tim forensik saat ini sedang bekerja melakukan otopsi tiga jenazah korban dugaan pembunuhan di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Hasil otopsi merupakan bagian dari penyelidikan untuk mengungkap motif meninggalnya tiga korban yang masih satu keluarga itu.

”Kami masih menunggu hasil otopsi dari RSUD dr. Abdoer Rahem, dan tim forensik masih bekerja dan kami menunggu hasilnya,” terang AKP Agung.

Berdasar hasil pemeriksaan awal, lanjut dia, ketiga korban diduga mengalami luka (sayatan benda tajam) di bagian leher. Sebilah pisau yang ditemukan di lokasi diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

”Dari hasil olah TKP sementara tidak ditemukan tanda-tanda kehilangan barang milik korban. Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area rumah korban saat ini juga sedang diperiksa, meski diduga tidak aktif atau mati saat kejadian,” ungkap Agung.

Semula orang tua Suningsih, Abdur, 60, pada Minggu (28/12) pagi ingin mengantarkan tempe ke rumah korban. Namun saat diketuk rumahnya tidak ada jawaban, sehingga saksi tersebut melihat pintu samping rumah yang tidak terkunci, lalu menaruh tempe tersebut di dapur, lalu keluar kembali.

Selang 30 menit kemudian, Abdur yang curiga kembali ke rumah korban melalui pintu samping yang tidak terkunci. Dia melihat korban Muhammad Hasim bersimbah darah di area kamar mandi.

Selanjutnya, Abdur yang panik langsung mencari anaknya Suningsih dan cucunya Umi Rahmania, hingga akhirnya ditemukan meninggal dalam kondisi bersimbah darah di dalam kamarnya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore