
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (ANTARA/Ricky Prayoga)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menegaskan penyebab utama banjir yang terus berulang di Kabupaten Bandung berasal dari kerusakan tata ruang dan maraknya alih fungsi lahan.
Ia memastikan akan menghentikan praktik tersebut dan mengembalikan kawasan hulu ke fungsi ekologisnya.
Dalam penjelasannya, Dedi menyebut ada tiga langkah mendesak yang harus dilakukan untuk menuntaskan banjir di wilayah tersebut.
Pertama, tata ruang Kabupaten Bandung harus dikembalikan sebagaimana mestinya dengan memperbanyak ruang hijau di kawasan hulu.
Menurut dia, langkah ini tidak mudah karena akan memicu penolakan dari pihak-pihak yang sudah telanjur menikmati pemanfaatan lahan di kawasan tersebut.
Kedua, Dedi menegaskan perlunya menghentikan alih fungsi lahan yang mengubah perkebunan teh dan wilayah hutan menjadi area pertanian sayur seperti kentang dan komoditas lain.
Ia menilai perubahan tersebut menyebabkan sedimentasi besar yang kemudian mengalir ke Sungai Citarum.
“Lahan yang sudah berubah harus dikembalikan menjadi perkebunan teh atau tanaman keras lain yang tidak memperparah sedimentasi,” ujarnya dikutip dari akun Instagram resminya, Kamis (4/12).
Ketiga, pembangunan bendungan di Kertasari disebut sebagai langkah strategis terakhir untuk mengendalikan arus air dari wilayah hulu.
Dedi menyatakan ketiga langkah itu harus dijalankan bersama dan tidak hanya direspons dengan keluhan ketika banjir terjadi.
Ia juga mengingatkan agar izin pembangunan perumahan yang menguruk daerah aliran sungai dan rawa tidak lagi dikeluarkan.
Menurut dia, Kabupaten Bandung dan Kota Bandung perlu bersinergi mengembalikan tata ruang ke fungsi alam semula.
Termasuk menambah danau-danau kecil dan cekungan alami yang kini banyak berubah menjadi kawasan perumahan dan area bisnis.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
