Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 November 2025 | 20.31 WIB

Viral Video Diduga TNI AL Bekingi Perusahaan Migas di Kangean, Begini Klarifikasi Resmi

Dua prajurit TNI Angkatan Laut (AL) adu mulut dengan sejumlah nelayan di Pulau Kangean, Sumenep, Jawa Timur viral di medsos. (Instagram @badanintelejenngopi

JawaPos.com-Sebuah video yang memperlihatkan keributan antara dua prajurit TNI Angkatan Laut (AL) dengan sejumlah nelayan di Pulau Kangean, Sumenep, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial. 

Rekaman tersebut memunculkan narasi bahwa prajurit TNI AL diduga membekingi perusahaan migas saat terjadi konflik dengan para nelayan.

Video itu diunggah akun Instagram @badanintelejenngopi, memperlihatkan prajurit TNI AL terlibat cekcok ketika para nelayan hendak menyetop kapal perusahaan migas di tengah laut.

"Viral! Oknum TNI Bekingi Perushaan Minyak di Kangean. Satu kapal besar datang, satu kampung bisa hancur," tulis narasi dalam unggahan tersebut.


TNI AL Bantah: Prajurit Hanya Menengahi Konflik

Menanggapi kabar yang berkembang, Kadispenal Laksamana Pertama Tunggul memberikan klarifikasi resmi. Ia memastikan keberadaan personel TNI AL di lokasi bukan untuk membekingi perusahaan migas, melainkan untuk meredam ketegangan yang terjadi.

"Mersepons pertanyaan tersebut, kemungkinan berkaitan dengan unggahan di Medsos tentang kegiatan survei di daerah Kangean," ujar Tunggul kepada JawaPos.com, Rabu (19/11).

Ia menjelaskan, keberadaan prajurit TNI AL di perairan Kangean bertujuan menjaga situasi tetap kondusif saat nelayan memprotes aktivitas survei seismik.

"Dapat kami jelaskan bahwa keberadaan personel TNI AL di lokasi itu guna menegahi/mediasi aksi protes sejumlah nelayan terhadap Survei Seismik yang dilaksanakaan oleh Kapal SK Carina dari PT KEI (Kangean Energi Indonesia) yang berada di bawah pengawasan SKK Migas (Institusi Pemerintah), di wilayah Perairan Pulau Kangean," katanya.

Video Dinilai Tak Utuh

Tunggul juga menyoroti bahwa rekaman yang beredar hanya menampilkan potongan tertentu sehingga berpotensi memunculkan persepsi keliru. Menurut informasi yang diterimanya, konflik antara nelayan dan pihak perusahaan kini telah mencapai kesepakatan bersama.

"Saat ini menurut informasi yang saya peroleh, permasalahan antara Nelayan dan pelaksanaan survei Seismik oleh Kapal SK Carina sudah menemukan titik tengah, dan permasalahan selesai dengan damai," imbuhnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore