
Tim gabungan melakukan operasi pencarian dan pencarian dalam bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jateng pada Jumat (14/11). (BNPB)
JawaPos.com - Longsor yang terjadi di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) pada Kamis malam (13/11) menimbun pemukiman warga di 3 dusun. Akibatnya 3 korban meninggal dunia dan 20 lainnya hilang. Untuk itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan opsi relokasi warga dari lokasi terdampak bencana.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan hal itu usai mendapat arahan dan perintah dari Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (14/11). Menurut dia, opsi relokasi muncul karena tempat tinggal warga yang terdampak longsor tersebut sudah kritis. Kontur tanahnya labil dan berada di daerah perbukitan. Sehingga sangat rawan terdampak longsor.
Menurut Suharyanto masih ada 28 warga yang saat ini tinggal di kawasan rawan bencana tersebut. Upaya relokasi akan dilakukan setelah penanganan darurat bencana selesai sepenuhnya. Mengenai lokasi relokasi, Pemerintah Kabupaten Cilacap telah memiliki lahan khusus yang lebih aman. Untuk sementara, sudah dikeluarkan imbauan agar area rawan bencana itu dikosongkan.
”Ada 28 rumah yang harus direlokasi. Itu pun pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi relokasinya. Sehingga setelah proses tanggap darurat ini selesai, relokasinya sudah kita siapkan,” kata Suharyanto.
Jenderal bintang tiga TNI AD itu menyampaikan bahwa untuk sementara waktu warga yang tinggal di lokasi rawan bencana itu diungsikan. Mereka diminta meninggalkan rumah. Sebab, potensi longsor susulan masih ada. Apalagi bila melihat prakiraan cuaca di wilayah Cilacap mulai hari ini sampai Minggu (16/11) masih berpotensi hujan lebat.
”Kami ungsikan dulu (warga) yang berada di titik-titik rawan supaya meninggalkan rumah jangan sampai ada longsor susulan yang mengakibatkan korban tambahan,” jelasnya.
Berdasar laporan yang dirangkum oleh Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB korban jiwa dalam peristiwa tanah longsor di Kabupaten Cilacap SAMPAI pukul 11.16 WIB hari ini sebanyak 3 orang meninggal dunia, 20 dalam proses pencarian, dan 23 jiwa selamat namun berada di wilayah rawan bencana. Ketiga korban meninggal dunia sudah dibawa Rumah Sakit Majenang.
”Upaya pencarian dan pertolongan terus dilakukan oleh tim gabungan. Namun kondisi cuaca, kondisi tanah yang masih labil dan minimnya penerangan menjadi tantangan seluruh tim. Kendati demikian, operasi SAR tetap dilakukan dengan melihat sejumlah faktor seperti kondisi cuaca dan kontur tanah yang labil,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
