Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 November 2025 | 16.46 WIB

Rumah Tertimbun Longsor Renggut Nyawa Satu Keluarga di Trenggalek

Proses evakuasi korban yang rumahnya tertimbun longsor di Trenggalek. (Dokumentasi SAR Surabaya) - Image

Proses evakuasi korban yang rumahnya tertimbun longsor di Trenggalek. (Dokumentasi SAR Surabaya)

JawaPos.com - Hujan deras yang mengguyur Dusun Banaran, Desa Depok, Bendungan selama hampir 8 jam pada Sabtu malam (1/11), mengakibatkan rumah warga berukuran 10 x 8 meter tertimbun longsor. 

Akibat insiden tragis tersebut, satu keluarga yang terdiri dari 5 orang menjadi korban. Anak sulung bernama Wijianto, 30 tahun, berhasil diselamatkan meski mengalami luka-luka di tubuhnya.

Sayang, 4 korban lainnya yang tak lain adalah bapak, ibu, dan adik-adiknya dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Mereka adalah sang ayah, Sarip (60); ibunda, Welas (53); anak kedua, Fajar Puji (17); dan anak ketiga, Rohman (14).

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan operasi pencarian korban berlangsung cukup dramatis, karena medan terjal dan tanah yang labil. 

“Pada hari pertama operasi SAR, Sabtu (1/11) pukul 23.50 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban atas nama Wijianto (anak pertama) dalam kondisi hidup," tutur Nanang, Senin (3/11).

Operasi pencarian berlanjut ke hari kedua. Tim SAR gabungan terus menyisir lokasi di sekitar rumah keluarga Sarip, yang tertimbun material longsor setinggi 30 meter. Upaya Tim SAR pun membuahkan hasil. 

"Kemudian pada hari kedua, Minggu (2/11), empat korban lainnya kembali ditemukan dan dievakuasi, meski dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah mereka langsung dievakuasi ke RSUD dr. Soetomo Trenggalek," imbuhnya. 

Sementara itu, Koordinator Pos SAR Trenggalek, Bayu Prasetyo selaku On Scene Commander (OSC), menuturkan proses pencarian dilakukan secara manual, yakni dengan menggunakan alat gali sederhana seperti cangkul dan sekop.

“Selama proses pencarian berlangsung, kami menempatkan safety officer untuk mengawasi keamanan tim di lapangan. Petugas ini bertugas memberikan peringatan apabila muncul tanda-tanda bahaya,” ujarnya.

Bayu menyebut Tim SAR menghadapi sejumlah kendala saat operasi di lapangan, mulai dari penerangan yang minim saat pencarian dini hari hingga risiko longsor susulan. 

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR yang melibatkan puluhan personel dari Pos SAR Trenggalek, TNI - Polri, Damkar, Dinas Kesehatan, relawan dan warga sekitar, secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup. 

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore