Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Oktober 2025 | 23.52 WIB

Bertepatan Dengan Satu Tahun Pemerintahan Prabowo, Listrik Mulai Masuk Pedalaman Papua

 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengunjungi Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (16/10). (Istimewa)

JawaPos.com - Distrik Kiraweri, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat akhirnya teraliri listrik. Kini wilayah tersebut tak perlu lagi memakai lampu minyak, atau menggunakan genset untuk penerangan pada malam hari.
 
Menteri ESDM Bahlil Lahdalia mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan pemerataan akses listrik, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian ESDM menjalankan program Listrik Desa (lisdes) untuk periode 2025–2029. Program ini menargetkan elektrifikasi mencakup 5.758 desa yang belum dilayani PLN.
 
"Target Bapak Presiden Prabowo sekitar 2029–2030, semua desa harus sudah terlayani listrik. Saat ini masih ada 5.700 desa yang belum memiliki listrik. Negara harus hadir untuk memastikan, dan kita harus memasang listrik bagi saudara-saudara kita,” ucap Bahlil, Sabtu (18/10).
 
Kedatangan jaringan listrik ini pun disambut gembira oleh Elias Inyomusi Anakangi, warga Pegunungan Arfak. Dia menceritakan sejak dirinya lahir tak pernah merasakan listrik.
 
 
"Dulu saya lahir di sini, kami belum ada lampu. Kami bikin api. Kami baca, belajar itu, pasang, bikin gelegar untuk jadi pelita. Bikin tali, rotan itu. Rotan itu baru kita isi siram minyak tanah, baru taruh rotan itu di botol, baru bakar, jadi sumbu toh. Itu kami pakai belajar,” kata Elias.
 
Tidak adanya listrik membuat warga setempat mengandalkan insting alami saat harus keluar rumah pada malam hari. Warga hanya bisa menyusuri jalan setapak menuju lokasi tujuan.
 
“Oh, zaman dulu itu setengah mati, jalan saja jalan tikus. Jalan tikus artinya jalan kecil setapak begini saja. Baru kitong (kita) semua baku jalan di jalan kecil itu,” ucapnya.
 
Kini melalui energi air yang diolah menjadi listrik oleh Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Anggi berkapasitas 150 kW, seluruh rumah di Distrik Kiraweri sudah terang. Bagi Elias, listrik berarti harapan. 
 
Ia bisa melihat anak-anaknya belajar lebih lama, istrinya bisa memasak dengan cahaya lampu, dan rumahnya terasa hidup. Dengan demikian, 40.680 penduduk di Kabupaten Pegunungan Arfak kini telah teraliri listrik untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari
 
“Kampung kami jadi lebih terang. Semua rumah itu harus dapat listrik supaya untuk kami punya anak-anak kami itu bisa belajar. Mama-mama bisa masak dengan lampu. Dengan lampu seperti ini, anak-anak kami bisa belajar, pintar, bersaing dengan suku-suku lain,” ungkapnya.
 
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 tercatat ada 84.276 wilayah administrasi setingkat desa yang terdiri dari 75.753 desa dan 8.486 kelurahan di Indonesia. Dari jumlah tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut ada 5.700 atau sekitar 6,76 persen dari total desa dan kelurahan di Tanah Air yang belum teraliri listrik. Pemerintahan pun menargetkan seluruh desa itu akan mendapatkan akses listrik pada tahun 2030.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore