Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Oktober 2025 | 20.22 WIB

Menhub dan KDM Sepakat Reaktivasi Jalur Kereta di Jawa Barat, Targetkan Rampung Paling Lambat Awal Tahun 2027

Menhub Dudy Purwagandhi dan Gubernur Dedi Mulyadi sepakat reaktivasi jalur kereta untuk tingkatkan ekonomi Jawa Barat. (Istimewa) - Image

Menhub Dudy Purwagandhi dan Gubernur Dedi Mulyadi sepakat reaktivasi jalur kereta untuk tingkatkan ekonomi Jawa Barat. (Istimewa)

JawaPos.com - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau kerap disapa Kang Dedy Mulyadi (KDM) secara resmi telah sepakat untuk melakukan reaktivasi beberapa jalur kereta di wilayah Jawa Barat.

Menhub Dudy menyampaikan beberapa jalur yang akan direaktivasi salah satunya adalah jalur Padalarang-Cicalengka. Tak hanya direaktivasi, jalur ini juga akan dielektrifikasi sehingga pengoperasiannya lebih ramah lingkungan.

Selain itu, jalur lain yang juga akan direaktivasi adalah Cianjur-Sukabumi-Bogor. Menhub berharap proyek reaktivasi ini dapat rampung paling lambat awal tahun 2027.

"Kita ingin mempercepat pengembangan sistem perkeretaapian yang efisien, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Jawa Barat. Harapannya, semoga kesepakatan ini dapat memperkuat konektivitas dan meningkatkan layanan transportasi bagi masyarakat serta meningkatkan perekonomian di wilayah Jawa Barat,” ujar Menhub Dudy di Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat, dikutip Minggu (12/10).

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Dedi menyatakan komitmennya untuk mengembangkan sistem transportasi di Jawa Barat, salah satunya lewat reaktivasi beberapa jalur kereta dan optimalisasi BIJB Kertajati. Ia juga berharap transportasi di Jawa Barat dapat terkoneksi di semua moda. 

“Kita memiliki harapan besar bahwa jalur transportasi darat di Jawa Barat berkembang dengan baik. Sehingga Jawa Barat akan mengalami pertumbuhan ekonomi di bidang industri pertanian, perkebunan, serta kepariwisataan. Kita juga berharap Bandara Kertajati menjadi pusatnya kegiatan penerbangan haji dan umroh,” ucapnya. 

Sebelumnya, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Pemerintah Provinsi Banten bakal mereaktivasi jalur kereta api rute Rangkasbitung–Pandeglang, Banten. 

Dirjen DJKA Allan Tandiono menyampaikan, dalam prosesnya pemerintah telah sepakat untuk membagi tugas dan bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) serta PT Kereta Api Indonesia (KAI). 

“Terkait reaktivasi untuk jangka menengah kami sudah rencanakan program reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung menuju Pandeglang, Banten yang sudah audiensi kepada Pak Menhub (Dudy Purwagandhi) dan kita sepakat berbagi tugas dengan pemda untuk rencana reaktivasi Rangkasbitung–Pandeglang,” kata Allan dalam Media Briefing di Jakarta, Selasa (30/9).

Allan juga membeberkan panjang reaktivasi jalur kereta Rangkasbitung-Pandeglang akan diterapkan mencapai sepanjang 19 kilometer. Ia berharap program reaktivasi akan memberi manfaat sosial-ekonomi yang besar bagi masyarakat, terutama untuk mobilitas, distribusi logistik, dan pemerataan pembangunan. 

“Tentunya, reaktivasi jalur dan juga pengembangan jalur kereta ke depannya diperluas untuk memberikan manfaat sosial ekonomi yang besar,” tukas Allan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore