Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Oktober 2025 | 15.34 WIB

Tidak Mungkin Mendapatkan Indonesia Emas Tanpa Menyiapkan Gizi SDM Sejak Dini

Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak, Banten, yang diselenggarakan Yayasan Hamim Center Founder (HCF) gunakan rantang atau food tray lokal. (Istimewa) 

JawaPos.com - Pemerintahan Prabowo Subianto menyiapkan agenda dengan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Waktu yang tinggal 20 tahun lagi itu harus disertai dengan persiapan yang matang. Salah satunya generasi yang hadir pada 2045 generasi memiliki intelektualitas yang memumpuni. Semua itu dapat dipersiapkan dengan menyiapkan gizinya sejak dini. 

Pengamat Universitas Cipta Mandiri Aceh Riska Riani menilai inisiatif Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan Prabowo Subianto merupakan langkah penting dalam mewujudkan kesetaraan akses pendidikan di seluruh Indonesia. 

Menurut Riska, pemberian asupan bergizi pada masa pertumbuhan awal atau usia emas merupakan fondasi utama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. "Intervensi gizi yang dilakukan di masa usia emas (golden age) akan menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan," kata Riska Riani kepada wartawan pada (7/10). 

Riska menekankan nutrisi yang baik berdampak langsung pada perkembangan kognitif anak, konsentrasi saat belajar, serta daya tahan tubuh yang lebih kuat—semuanya berpengaruh terhadap capaian akademik. 

Dalam implementasinya, program MBG yang mulai dilaksanakan awal 2025 telah menunjukkan hasil konkret, termasuk di Aceh. Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Banda Aceh, tercatat sebanyak 3.478 porsi makanan bergizi telah disalurkan kepada peserta didik di 13 sekolah, mulai dari TK hingga SMA, serta ibu hamil, menyusui, dan balita. 

Di wilayah lain seperti Aceh Barat, sebanyak 1.360 siswa di bawah naungan Kementerian Agama juga telah menerima manfaat program ini sejak hari pertama pelaksanaan. 

"Berbagai daerah di Aceh sudah berjalan dengan baik program MBG ini, dan masyarakat puas karena sangat bermanfaat. Di Aceh Timur, distribusi perdana mencapai 3.497 paket makanan kepada delapan sekolah dengan pengawasan langsung oleh aparat TNI untuk memastikan kualitas dan ketepatan distribusi," jelasnya. 

Secara nasional, Riska menyampaikan bahwa hingga kuartal pertama 2025, lebih dari 3 juta penerima telah merasakan manfaat MBG. Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah penerima hingga mencapai 15 juta orang pada akhir 2025, dan secara bertahap naik hingga 82,9 juta orang pada 2029. 

"Kita ketahui Pemerintah menargetkan jumlah itu meningkat menjadi 15 juta penerima pada akhir tahun 2025, dan secara bertahap mencapai 82,9 juta penerima hingga 2029. Angka ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang sehat dan tangguh melalui kebijakan berbasis gizi dan pendidikan", tambahnya. 

Dalam jangka panjang, menurut Riska, program MBG akan turut mendorong peningkatan mutu pembelajaran dan meratakan peluang pendidikan bagi anak-anak, baik yang tinggal di wilayah perkotaan maupun daerah pelosok. 

"Banyak anak di daerah terpencil yang memiliki potensi besar, tetapi sering terkendala kondisi ekonomi dan kurangnya asupan gizi yang memadai. Dengan hadirnya program MBG, beban orang tua berkurang, sementara anak-anak mendapatkan kepastian gizi seimbang di sekolah", katanya. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore