
Seminar Nasional PERSI XXI yang digelar di ICE BSD City, Tangerang. (Istimewa)
JawaPos.com–Pemerintah menargetkan pembangunan 66 rumah sakit (RS) baru di pulau-pulau daerah tertinggal dan terdepan. Selain itu, menaikkan klasifikasi 32 RS pemerintah hingga 2026.
Langkah ini ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Praktikno dalam Seminar Nasional PERSI XXI yang digelar di ICE BSD City, Tangerang.
"Pemerintah saat ini dalam proses memenuhi target pembangunan 66 RS pada akhir tahun 2026 di pulau-pulau daerah tertinggal dan terdepan serta menaikkan klasifikasi 32 RS pemerintah," ujar Praktikno Sabtu, (27/9).
Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Azhar Jaya menjelaskan, klasifikasi RS akan disesuaikan menjadi dasar, madya, utama, dan paripurna, menggantikan sistem kelas A, B, C, dan D.
“Keselamatan pasien akan menjadi salah satu syarat RS meraih klasifikasi paripurna,” ujar Azhar.
Azhar juga menambahkan, regulasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sedang dimatangkan. Dalam regulasi itu, kapasitas maksimal ruang rawat inap ditetapkan empat tempat tidur.
Dia mengingatkan agar seluruh RS segera mengisi sistem RS Online sebagai bagian dari persiapan implementasi KRIS.
Dalam kegiatan ini, Azhar juga meminta agar PERSI terus meningkatkan kolaborasi untuk memperkuat pelayanan kesehatan di Indonesia.
"Jika PERSI sudah bergerak, kami sangat gembira, contohnya, terkait keselamatan pasien yang digeluti PERSI, menjadi salah satu syarat RS meraih klasifikasi paripurna,” ujar Azhar.
Adapun Seminar Nasional PERSI XXI yang berlangsung pada 25–28 September 2025 ini diikuti lebih dari seribu peserta. Acara tersebut dirangkai dengan Seminar Tahunan Patient Safety XIX dan Hospital Expo XXXVII, mengusung tema Improving Access, Quality, and Safety through Financial Sustainability.
Ketua Umum PERSI dr. Bambang Wibowo menegaskan, pihaknya terus mendukung penguatan tata kelola RS, mulai dari advokasi tarif JKN yang lebih memadai hingga pengembangan sumber daya manusia. PERSI meluncurkan program Pusdiklat, modul pelatihan berbasis kompetensi, serta pelatihan strategis seperti tata kelola RS, green hospital, e-medical record, dan hospital disaster plan.
Selain itu, PERSI juga menggelar program Eksekutif Muda Rumah Sakit (EMRI) yang ditujukan untuk menyiapkan talenta muda RS di Indonesia. Program ini mengacu pada Young Executive Leaders (YEL) dari International Hospital Federation (IHF) dengan kurikulum hibrid, studi kasus, serta kunjungan ke sejumlah RS.
Dalam seminar kali ini, PERSI kembali mengumumkan peringkat RS di Indonesia yang dievaluasi berdasarkan pelayanan kanker, jantung, serta saraf. PERSI juga memberikan penghargaan RS Ramah Keselamatan Pasien (RKP) kepada RS Mata Dr. YAP Jogjakarta, RS UI Depok, RS Mandaya, RSUD Cengkareng, serta RS Jantung Harapan Kita.
Ketua Panitia Seminar Nasional PERSI, dr. Rachmat Mulyana Memet, menyebut rangkaian acara mencakup simposium, diskusi panel, talkshow, hingga workshop. Topik yang dibahas antara lain strategi keuangan berkelanjutan, tata kelola etik, transformasi pengkodean medis, hingga pencegahan fraud di lingkungan RS.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022