Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 September 2025 | 12.34 WIB

Pemerintah Targetkan Pembangunan 66 RS di Daerah dan Menaikkan Klasifikasi 32 RS Tahun Depan

Seminar Nasional PERSI XXI yang digelar di ICE BSD City, Tangerang. (Istimewa) - Image

Seminar Nasional PERSI XXI yang digelar di ICE BSD City, Tangerang. (Istimewa)

JawaPos.com–Pemerintah menargetkan pembangunan 66 rumah sakit (RS) baru di pulau-pulau daerah tertinggal dan terdepan. Selain itu, menaikkan klasifikasi 32 RS pemerintah hingga 2026.

Langkah ini ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Praktikno dalam Seminar Nasional PERSI XXI yang digelar di ICE BSD City, Tangerang.

"Pemerintah saat ini dalam proses memenuhi target pembangunan 66 RS pada akhir tahun 2026 di pulau-pulau daerah tertinggal dan terdepan serta menaikkan klasifikasi 32 RS pemerintah," ujar Praktikno Sabtu, (27/9).

Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Azhar Jaya menjelaskan, klasifikasi RS akan disesuaikan menjadi dasar, madya, utama, dan paripurna, menggantikan sistem kelas A, B, C, dan D.

“Keselamatan pasien akan menjadi salah satu syarat RS meraih klasifikasi paripurna,” ujar Azhar.

Azhar juga menambahkan, regulasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sedang dimatangkan. Dalam regulasi itu, kapasitas maksimal ruang rawat inap ditetapkan empat tempat tidur.

Dia mengingatkan agar seluruh RS segera mengisi sistem RS Online sebagai bagian dari persiapan implementasi KRIS.

Dalam kegiatan ini, Azhar juga meminta agar PERSI terus meningkatkan kolaborasi untuk memperkuat pelayanan kesehatan di Indonesia. 

"Jika PERSI sudah bergerak, kami sangat gembira, contohnya, terkait keselamatan pasien yang digeluti PERSI, menjadi salah satu syarat RS meraih klasifikasi paripurna,” ujar Azhar. 

Adapun Seminar Nasional PERSI XXI yang berlangsung pada 25–28 September 2025 ini diikuti lebih dari seribu peserta. Acara tersebut dirangkai dengan Seminar Tahunan Patient Safety XIX dan Hospital Expo XXXVII, mengusung tema Improving Access, Quality, and Safety through Financial Sustainability.

Ketua Umum PERSI dr. Bambang Wibowo menegaskan, pihaknya terus mendukung penguatan tata kelola RS, mulai dari advokasi tarif JKN yang lebih memadai hingga pengembangan sumber daya manusia. PERSI meluncurkan program Pusdiklat, modul pelatihan berbasis kompetensi, serta pelatihan strategis seperti tata kelola RS, green hospital, e-medical record, dan hospital disaster plan.

Selain itu, PERSI juga menggelar program Eksekutif Muda Rumah Sakit (EMRI) yang ditujukan untuk menyiapkan talenta muda RS di Indonesia. Program ini mengacu pada Young Executive Leaders (YEL) dari International Hospital Federation (IHF) dengan kurikulum hibrid, studi kasus, serta kunjungan ke sejumlah RS.

Dalam seminar kali ini, PERSI kembali mengumumkan peringkat RS di Indonesia yang dievaluasi berdasarkan pelayanan kanker, jantung, serta saraf. PERSI juga memberikan penghargaan RS Ramah Keselamatan Pasien (RKP) kepada RS Mata Dr. YAP Jogjakarta, RS UI Depok, RS Mandaya, RSUD Cengkareng, serta RS Jantung Harapan Kita.

Ketua Panitia Seminar Nasional PERSI, dr. Rachmat Mulyana Memet, menyebut rangkaian acara mencakup simposium, diskusi panel, talkshow, hingga workshop. Topik yang dibahas antara lain strategi keuangan berkelanjutan, tata kelola etik, transformasi pengkodean medis, hingga pencegahan fraud di lingkungan RS.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore