Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 September 2025 | 19.13 WIB

Pasca Gempa Magnitudo 6,6 Guncang Nabire, Kantor Bupati, Bandara, dan Jembatan Rusak, Komunikasi Sempat Putus

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (19/9/2025). (ANTARA/Tri Meilani Ameliya) - Image

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (19/9/2025). (ANTARA/Tri Meilani Ameliya)

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperbarui data pasca gempa 6,6 skala richter mengguncang Nabire dini hari tadi (19/9). Sejauh ini, BNPB sudah mendapat laporan kerusakan pada sejumlah bangunan dan fasilitas infrastruktur jalan. Bahkan komunikasi di Nabire sempat putusan akibat goncangan gempa bumi tersebut. 

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerima laporan terbaru sampai siang ini. Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa salah satu bangunan yang rusak akibat gempa bumi di Nabire adalah Gedung Kantor Bupati Nabire. Selain itu, ada beberapa fasilitas umum yang dilaporkan ikut terdampak.

”Yang rusak yang agak berat adalah satu jembatan itu Ambles, kemudian ada 2 rumah rusak berat, kemudian kantor bupati itu kaca dan plafonnya rusak, kemudian ada satu gereja plafon gerejanya turun, rusak. Dilaporkan juga Bandara Nabire ada beberapa kaca yang pecah, tetapi secara umum kerusakannya tidak signifikan,” jelasnya. 

BNPB menerima laporan kerusakan dari beberapa instansi di Nabire. Selain BPBD Nabire dan Pemda Nabire, laporan juga disampaikan oleh Korem di Nabire. Dipastikan bahwa situasi dan kondisi Nabire pasca gempa bumi 6,6 skala richter masih aman dan terkendali. Namun demikian, masyarakat diminta tetap waspada karena gempa bumi susulan masih terjadi. 

”BMKG sudah terus berkoordinasi dengan kami. Jadi, dari mulai tadi malam 01.19 WIB gempa utama 6,6 skala richter sampai hari ini, sampai siang ini sudah terjadi 11 gempa susulan,” jelasnya. 

Sebelumnya, BNPB terus berkoordinasi dengan Pemda Nabire untuk mempersiapkan dukungan sumber daya apabila dibutuhkan oleh pemerintah daerah di Nabire. Karena itu, Tim Reaksi Cepat langsung diberangkatkan dari Jakarta ke lokasi gempa. 

”Langkah itu dilakukan untuk mendampingi BPBD dalam kaji cepat situasi dan dampak sehingga kebutuhan logistik dasar permakanan dan non-permakanan dapat diperoleh secara cepat,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. 

Dia memastikan, saat ini BNPB telah menyiagakan pengiriman bantuan logistik dasar yang kuantitasnya menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Selain itu, upaya penanganan tanggap darurat lainnya juga menyesuaikan dengan dampak gempa dan situasi tanggap darurat yang akan ditetapkan pemerintah daerah. 

”Informasi awal menyebutkan tidak ada laporan korban jiwa. Sementara itu, terdapat informasi mengenai rumah warga terdampak. Sejumlah pantauan awal juga menyebutkan kaca pecah di fasilitas umum bandara, plafon roboh di kantor bupati, satu unit jembatan putus, serta jaringan listrik dan telekomunikasi terputus,” ujarnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore