Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 18.22 WIB

Kepala SMPN 1 Prabumulih Sumatra Selatan Batal Dicopot Setelah Sempat Viral Berkonflik dengan Wali Kota Prabumulih

Sempat viral, Kepsek SMPN 1 Prabumulih nangis saat berpamitan dengan para siswa. (Instagram @smpn1prabumulih) - Image

Sempat viral, Kepsek SMPN 1 Prabumulih nangis saat berpamitan dengan para siswa. (Instagram @smpn1prabumulih)

JawaPos.com - Polemik pencopotan Roni Ardiansyah dari jabatan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Prabumulih, Sumatera Selatan, berakhir dengan keputusan pembatalan.

Roni dipastikan kembali memimpin sekolah tersebut setelah kasus ini menuai perhatian publik.

Kabar pembatalan pencopotan itu disampaikan langsung oleh Rizky Irmansyah, ajudan Presiden Prabowo Subianto, melalui unggahan di akun Instagramnya @rizky_irmansyah, Selasa (16/9).

“Sudah selesai ya. Kepala sekolahnya akan kembali bertugas ke sekolah asal. Dan satpam yang juga akan kembali bertugas di sekolah asal,” tulis Rizky.

Isu Pencopotan dan Viral di Media Sosial

Kasus ini bermula ketika video Roni menangis usai dicopot dari jabatannya beredar luas di media sosial.

Narasi yang menyertai video menyebut pencopotan terjadi karena Roni menegur anak Wali Kota Prabumulih, Arlan, yang membawa mobil ke sekolah.

Isu ini segera menuai simpati publik, terutama karena menyangkut etika pendidikan dan dugaan intervensi kekuasaan.

Netizen ramai-ramai menyoroti apakah jabatan kepala sekolah bisa dicabut hanya karena berani menegur anak pejabat.

Roni kemudian meluruskan kabar tersebut. Ia menegaskan pencopotan dirinya tidak ada kaitan dengan anak Wali Kota, melainkan karena adanya kebijakan yang dianggap salah.

Sementara itu, Wali Kota Arlan juga membantah keras tudingan bahwa dirinya mencopot kepala sekolah hanya karena persoalan anaknya.

“Tidak ada pencopotan, hanya teguran saja. Anak saya juga tidak pernah membawa mobil ke sekolah,” tegas Arlan. Arlan sekaligus membantah kabar lain yang menyebut satpam sekolah ikut dikeluarkan karena menegur anaknya.

Meski polemik sudah dinyatakan selesai, kasus ini menyingkap persoalan lebih besar dalam dunia pendidikan: campur tangan politik dan kekuasaan dalam urusan sekolah. 

Kasus Roni seolah menjadi contoh bagaimana isu kecil di lingkungan sekolah bisa berkembang menjadi kontroversi nasional ketika bersentuhan dengan elite lokal.

Kini, Roni dan satpam sekolah kembali bertugas. Namun, jejak polemik ini masih menyisakan pertanyaan publik soal transparansi kebijakan pendidikan dan sejauh mana pejabat boleh mencampuri urusan sekolah.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore