
Kondisi sepatu anggota Paskibraka Kabupaten Luwu Timur yang robek saat dipakai latihan, diduga sepatu KW. (Instagram @lutim_update)
JawaPos.com - Persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Luwu Timur untuk perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia diwarnai insiden memalukan.
Sepatu bermerek HOKA yang dibagikan panitia kepada anggota Paskibraka justru robek hanya setelah sekali dipakai saat latihan.
Salah seorang anggota Paskibraka yang enggan disebutkan namanya itu mengaku awalnya bangga mendapat sepatu bermerek internasional. Namun rasa itu sirna ketika sepatu yang dipakai langsung terkelupas lemnya dan robek.
“Iya, panitia memberikan sepatu merek HOKA. Baru sekali dipakai sudah rusak. Tapi tetap kami pakai demi kelancaran persiapan pengibaran Sang Merah Putih,” ujarnya kepada wartawan.
Unggahan yang kemudian viral itu diposting di akun Instagram @lutim_update. Fenomena ini memicu sorotan tajam dari aktivis pemuda Luwu Timur. Ia menilai kasus sepatu Paskibraka ini hanya puncak gunung es dari buruknya pengelolaan anggaran.
“Setiap tahun APBD mengalokasikan dana tidak sedikit untuk perayaan HUT RI. Tapi nyatanya, pengadaan sepatu saja kualitasnya memprihatinkan. Ada indikasi untung-untungan dalam pengadaan,” cetusnya.
Ia pun mendesak aparat penegak hukum di Luwu Timur segera menyelidiki penggunaan anggaran Paskibraka 2025.
Isu ini makin ramai dibicarakan setelah foto sepatu robek beredar di media sosial. Netizen berspekulasi bahwa sepatu tersebut bukan asli HOKA, melainkan barang KW alias palsu.
Alasannya, harga asli sepatu HOKA di pasaran mencapai jutaan rupiah. Sementara anggaran yang dikucurkan untuk setiap pasang sepatu Paskibraka kabarnya hanya Rp 300 ribu.
Tak sedikit komentar publik yang menyinggung potensi mark-up anggaran dalam proyek pengadaan ini.
Kasus sepatu robek ini seakan mengulang cerita lama: Anggaran publik yang besar, tapi hasilnya jauh dari kualitas yang layak. Dari proyek jalan, bansos, hingga seragam sekolah, praktik serupa seolah menjadi pola berulang.
Korupsi di tingkat lokal bukan sekadar kasus oknum, tapi kerap dianggap budaya yang sulit diberantas.
Masyarakat pun khawatir, jika hal sekecil pengadaan sepatu Paskibraka saja sudah bermasalah, bagaimana dengan proyek lain yang nilainya miliaran rupiah?

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
