
Mahasiswa FISIP Bakti Desa UB menyerahkan banner promosi usaha UMKM di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
JawaPos.com - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) belum sepenuhnya memahami digitalisasi usaha. Bentuk digitalisasi paling sederhana yakni mengenalkan alamat tempat usaha di Google Maps. Kendala pelaku UMKM itu dapat terbantu dengan peran mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP-UB) yang melaksanakan FISIP Bakti Desa di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim).
Adrian, 20, pemilik usaha laundry di Desa Ngabab mengaku selama ini sudah mengenal Google Maps. Namun, dia tidak memahami fungsinya. Apalagi sampai untuk membuat banner mempromosikan usaha laundry.
Kini, setelah mendapat bimbingan dari mahasiswa FISIP UB, usaha laundry-nya bisa dilihat di google maps. Hasilnya usaha Adrian terdongkrak dan mendapat banyak pelanggan.Usaha itu bisa dipromosikan secara efektif dan kreatif di google maps.
“Kami baru tahu ternyata usaha kecil seperti kami bisa masuk ke Google Maps. Awalnya kira cuma toko besar atau restoran di kota aja yang bisa begitu,” ujar Adrian belum lama ini.
Dalam pembuatan logo dan alamat usaha di google maps, mahasiswa FISIP Bakti Desa memberikan pendampingan secara langsung metode door to door. Para mahasiswa mendaftarkan UMKM ke Google Maps. Prosesnya meliputi pengisian nama usaha, titik lokasi, waktu operasional, kontak, hingga deskripsi singkat. Untuk mendukung keberlanjutan, mahasiswa juga membagikan brosur panduan pendaftaran Google Maps agar pelaku usaha bisa menyebarkan informasi ini ke rekan UMKM lainnya.
Pembuatan Banner Promosi untuk UMKM
Mahasiswa FISIP Bakti Desa UB menyerahkan banner promosi usaha UMKM di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
Selain membantu membuatkan alamat usaha di google maps, FISIP Bakti Desa juga membantu UMKM di Ngabab membuat banner promosi yang lebih menarik secara visual. Ada tiga UMKM yang mendapat pendampingan dalam pembuatan banner promosi. Yaitu, usaha laundry, kopi, dan kripik pisang. Selama ini pelaku usaha itu memiliki potensi besar dalam bisnisnya, tetapi belum maksimal dalam aspek visual branding.
Para mahasiswa FISIP Bakti Desa membantu membuatkan banner promosi dengan aplikasi Canva. Banner itu menggunakan ilustrasi yang menyesuaikan dengan karakter masing-masing usaha. Banner itu juga memerhatikan segi warna latar dan font nama usaha.
Desain yang dirancang para mahasiswa tetap disesuaikan dengan selera pemilih usaha. Setelah disetujui, lalu dicetak, dan dipasang di tempat usahanya. “Seneng banget waktu dikasih banner. Nggak nyangka bakal sebagus itu hasilnya. Semoga makin banyak orang yang mampir beli kopi,” ujar Budi, pemilik usaha kopi.
Lis, 40, pemilik usaha keripik pisang mengaku sangat terbantu dengan pendampingan pemanfaatan platform digital untuk usahanya.“Biasanya pembeli hanya dari warga sekitar sini aja, semoga setelah ini semakin luas lagi jangkauannya, dan lokasi usaha saya bisa lebih mudah ditemukan” ujarnya.
Dengan adanya program ini, mahasiswa FISIP UB tidak hanya memberikan solusi praktis bagi pelaku UMKM Desa Ngabab, tetapi juga membuka jalan menuju transformasi digital yang berkelanjutan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
