Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Agustus 2025 | 23.45 WIB

Bupati Indramayu Lucky Hakim Tebar Ribuan Ular ke Areal Sawah di Indramayu, ini Alasannya

Bupati Indramayu Lucky Hakim membuat program pelepasan ribuan ular ke sawah. (Muhammad Ridwan/JawaPos.com) - Image

Bupati Indramayu Lucky Hakim membuat program pelepasan ribuan ular ke sawah. (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Aktor yang saat ini menjabat sebagai bupati Indramayu, Lucky Hakim, datang dengan kabar mengejutkan. Betapa tidak, pria yang dikenal sebagai pecinta hewan itu melepas ribuan ular ke sawah di Indramayu.

Langkah Lucky Hakim ini membuat sejumlah orang bertanya-tanya, karena khawatir ular-ular tersebut justru akan membuat warga kesulitan, akibat khawatir digigit.

Terkait hal tersebut, Lucky Hakim menegaskan bahwa ular-ular yang dilepas ke sawah itu aman tidak akan membahayakan manusia.

Kalaupun ular itu sampai menggigit manusia, Lucky memastikan orang yang kena gigitan tidak akan mengalami masalah kesehatan apapun.

"Ular-ular yang dilepas itu tidak berbisa, jenis yang ukurannya tidak akan tumbuh besar seperti ular sanca. Maksimal ukurannya sebesar jempol kaki orang dewasa, panjang maksimal 1,5 meter," jelas Lucky Hakim dalam keterangannya.

Dia sengaja melepas ribuan ular jenis coelognathus radiatus atau juga dikenal dengan sebutan ular lanang sapi itu, dengan tujuan membantu para petani di Indramayu untuk membasmi tikus.

Saat ini, hama tikus sudah sangat meresahkan masyarakat di Indramayu, terutama para petani. Karena tanaman mereka kerap dirusak oleh hewan pengerat itu.

"Ini ular spesial makan tikus dan kodok, kalau lihat orang pasti ularnya kabur. Seandainya ditangkap dan menggigit, paling hanya lecet karena giginya kecil. Bahkan sebagai bukti, saya tunjukkan video-video ular tersebut ketika menggigit tangan, hanya luka kecil dan sama sekali tidak berbahaya," paparnya.

Lucky Hakim memastikan ular-ular tersebut akan dapat menjadi sahabat petani yang akan membantu membasmi tikus-tikus.

Kelebihan dari ular yang dilepas, mereka bisa masuk langsung ke dalam sarang tikus dan langsung memakannya.

"Ular lanang sapi nggak bisa besar kayak python atau sanca. Warnanya coklat kuning ada strip hitam di punggung. Jadi mudah dikenali supaya jangan dibunuh petani, karena ini ular sahabat tani,"ungkapnya.

Menurut Lucky Hakim, seekor ular lanang sapi bisa memakan 2 sampai 3 ekor tikus ukuran dewasa setiap minggunya."Kalau masuk ke lubang sarang tikus, maka bisa makan 10 ekor anak tikus sekaligus," katanya.

Burung Hantu dinilai Kurang Efektif

Sebelumnya, Lucky Hakim bersama pemerintah pusat melakukan program melepas burung hantu di areal persawahan di Indramayu dengan tujuan membasmi hama tikus.

Namun, hal itu dinilai masih kurang efektivitasnya. Menurut Lucky Hakim, basmi tikus harus dilakukan secara komprehensif.

“Kita sempat melaksanakan gerakan melepas burung hantu di sawah beberapa bulan lalu bersama Menteri PU saat panen raya. Tapi menurut saya, ini harus dilengkapi dari segala arah, kita kroyok ini tikus," tuturnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore