
Viral Bupati Pati mengaku tak gentar menghadapi ancaman demo oleh warga yang menolak kenaikan sepihak atas PBB-P2. (Istimewa).
JawaPos.com - Nama Bupati Pati, Sudewo, tengah menjadi sorotan publik usai cuplikan videonya viral di media sosial, khususnya di TikTok dan X (dulu Twitter). Dalam video yang ramai dibagikan warganet, Sudewo tampak menanggapi rencana aksi protes dengan kalimat yang dianggap menantang.
Ia menyebut siap menghadapi 50.000 pendemo terkait kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.
Kebijakan kontroversial ini tertuang dalam keputusan Pemerintah Kabupaten Pati untuk menyesuaikan tarif PBB-P2 tahun 2025.
Kenaikan drastis ini diputuskan dalam rapat intensifikasi pajak yang melibatkan para camat dan anggota Pasopati (Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Pati), yang digelar di Kantor Bupati.
Mengutip laman resmi Humas Pemkab Pati, Sudewo menjelaskan bahwa penyesuaian tarif PBB-P2 ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), yang akan digunakan untuk mendorong pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.
Ia menilai, dibandingkan dengan daerah tetangga seperti Jepara, Kudus, dan Rembang, pendapatan dari sektor PBB di Pati masih tertinggal jauh.
“Penerimaan PBB kita baru Rp 29 miliar. Padahal potensi geografis Pati lebih besar,” ujarnya.
Namun, kebijakan ini langsung menuai gelombang kritik dari warga. Tak sedikit yang menganggap kebijakan tersebut terlalu membebani rakyat, apalagi dilakukan dalam waktu yang relatif singkat tanpa sosialisasi yang menyeluruh.
Reaksi Netizen: “Pemerintahnya yang nunggak, rakyatnya yang ditagih”
Gelombang kritik juga membanjiri media sosial. Nama Sudewo menjadi trending topik lokal, dengan banyak warganet menyoroti pernyataan Bupati yang dinilai kurang empatik.
“Lah kok rakyat yang ditantang, bukan dia yang turun jelasin langsung ke desa-desa,” tulis netizen di TikTok.
“PBB naik 250 persen tapi infrastruktur masih gitu-gitu aja. Lucu,” sindir akun netizen lainnya di X.
“Kalau dibandingin sama Jepara, Kudus, oke. Tapi tolong bandingin juga pelayanan dan fasilitasnya,” komentar warganet lain.
Bahkan, beberapa warga juga mempertanyakan urgensi kenaikan tersebut, mengingat masih banyak warga pedesaan yang berpenghasilan pas-pasan. Sebagian lainnya menuntut agar Pemkab Pati mengkaji ulang kebijakan ini dan melakukan sosialisasi secara transparan.
Desakan Transparansi dan Dialog

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
