Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Agustus 2025 | 23.09 WIB

Dua Siswi SMKN 1 Gowa Sulawesi Selatan Di-DO usai Insiden Acungkan Jari Tengah ke Guru: Cermin Krisis Moral Pelajar yang Makin Parah

Viral siswi acungkan jari tengah ke arah guru di dalam kelas. (Instagram) - Image

Viral siswi acungkan jari tengah ke arah guru di dalam kelas. (Instagram)

JawaPos.com - Dunia pendidikan Indonesia kembali diguncang ulah tak terpuji pelajar yang viral di media sosial. Dua siswi SMKN 1 Gowa, Sulawesi Selatan, resmi dikeluarkan dari sekolah (drop out/DO) setelah terekam video mengacungkan jari tengah kepada guru mereka. 

Perilaku itu bukan hanya menuai kemarahan publik, tapi juga menambah deretan kasus yang mencerminkan krisis moral pelajar di Indonesia.

Insiden bermula dari sebuah kesalahan pengiriman emoji dalam grup WhatsApp kelas. Seorang guru yang hendak mengirim emoticon jempol, secara tak sengaja malah mengirimkan emoticon jari tengah. 

Tindakan itu kemudian ditanggapi secara emosional oleh salah satu siswi dengan mengacungkan jari tengah kepada sang guru di dunia nyata, aksi yang kemudian direkam oleh temannya dan tersebar luas di media sosial.

Pihak sekolah tak tinggal diam. Kedua siswi tersebut dipanggil ke sekolah pada Jumat (1/8), didampingi orang tua mereka. Mereka diterima langsung oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan perwakilan komite sekolah. 

Setelah melalui proses pembicaraan internal dan mempertimbangkan desakan publik, alumni, serta netizen, keputusan tegas pun dijatuhkan: keduanya di-DO dari sekolah.

“Tujuannya anak itu baik sebenarnya, mau menyampaikan sesuatu kepada gurunya. Tapi caranya tidak tepat. Anak itu spontan. Tapi yang merekam itu juga tidak bisa ditoleransi,” ujar Kepala SMKN 1 Gowa, Muchlis.

Pihak sekolah menegaskan bahwa tindakan siswi tersebut, baik yang melakukan gestur tidak senonoh maupun yang merekam, tidak bisa dibiarkan. 

Keputusan pemberhentian ini dianggap sebagai bentuk efek jera dan peringatan keras bagi seluruh siswa untuk menjaga etika, baik di dunia nyata maupun ruang digital.

Pelaku Bikin Video Permintaan Maaf

Kedua siswi itu kemudian membuat video permintaan maaf yang juga viral. Salah satu dari mereka menyatakan penyesalan mendalam atas perbuatannya.

“Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan saya yang telah mencoreng nama baik sekolah ini. Saya siap menerima sanksi,” ucapnya dalam video klarifikasi tersebut.

Hal serupa juga disampaikan siswi yang merekam aksi temannya. Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas tindakan yang mencoreng nama baik sekolah.

Kejadian ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan di tanah air. Di tengah kemajuan teknologi yang mempercepat penyebaran informasi, krisis moral di kalangan pelajar justru semakin mencuat. 

Bukan kali pertama pelajar di Indonesia viral karena aksi tak pantas, dan tampaknya bukan yang terakhir jika tidak ada pembenahan mendalam dalam pendidikan karakter.

Pihak sekolah berharap, keputusan ini menjadi pembelajaran bagi seluruh siswa di Indonesia untuk lebih menghormati guru, menjaga etika komunikasi, serta bijak dalam menggunakan media sosial.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore