
Viral siswi acungkan jari tengah ke arah guru di dalam kelas. (Instagram)
JawaPos.com - Dunia pendidikan Indonesia kembali diguncang ulah tak terpuji pelajar yang viral di media sosial. Dua siswi SMKN 1 Gowa, Sulawesi Selatan, resmi dikeluarkan dari sekolah (drop out/DO) setelah terekam video mengacungkan jari tengah kepada guru mereka.
Perilaku itu bukan hanya menuai kemarahan publik, tapi juga menambah deretan kasus yang mencerminkan krisis moral pelajar di Indonesia.
Insiden bermula dari sebuah kesalahan pengiriman emoji dalam grup WhatsApp kelas. Seorang guru yang hendak mengirim emoticon jempol, secara tak sengaja malah mengirimkan emoticon jari tengah.
Tindakan itu kemudian ditanggapi secara emosional oleh salah satu siswi dengan mengacungkan jari tengah kepada sang guru di dunia nyata, aksi yang kemudian direkam oleh temannya dan tersebar luas di media sosial.
Pihak sekolah tak tinggal diam. Kedua siswi tersebut dipanggil ke sekolah pada Jumat (1/8), didampingi orang tua mereka. Mereka diterima langsung oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan perwakilan komite sekolah.
Setelah melalui proses pembicaraan internal dan mempertimbangkan desakan publik, alumni, serta netizen, keputusan tegas pun dijatuhkan: keduanya di-DO dari sekolah.
“Tujuannya anak itu baik sebenarnya, mau menyampaikan sesuatu kepada gurunya. Tapi caranya tidak tepat. Anak itu spontan. Tapi yang merekam itu juga tidak bisa ditoleransi,” ujar Kepala SMKN 1 Gowa, Muchlis.
Pihak sekolah menegaskan bahwa tindakan siswi tersebut, baik yang melakukan gestur tidak senonoh maupun yang merekam, tidak bisa dibiarkan.
Keputusan pemberhentian ini dianggap sebagai bentuk efek jera dan peringatan keras bagi seluruh siswa untuk menjaga etika, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Kedua siswi itu kemudian membuat video permintaan maaf yang juga viral. Salah satu dari mereka menyatakan penyesalan mendalam atas perbuatannya.
“Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan saya yang telah mencoreng nama baik sekolah ini. Saya siap menerima sanksi,” ucapnya dalam video klarifikasi tersebut.
Hal serupa juga disampaikan siswi yang merekam aksi temannya. Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas tindakan yang mencoreng nama baik sekolah.
Kejadian ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan di tanah air. Di tengah kemajuan teknologi yang mempercepat penyebaran informasi, krisis moral di kalangan pelajar justru semakin mencuat.
Bukan kali pertama pelajar di Indonesia viral karena aksi tak pantas, dan tampaknya bukan yang terakhir jika tidak ada pembenahan mendalam dalam pendidikan karakter.
Pihak sekolah berharap, keputusan ini menjadi pembelajaran bagi seluruh siswa di Indonesia untuk lebih menghormati guru, menjaga etika komunikasi, serta bijak dalam menggunakan media sosial.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
