Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juli 2025 | 20.05 WIB

Api Kembali Muncul, Tim Pemadaman Karhutla Diberangkatkan, Diminta Pantang Pulang Sebelum Padam dan Bebas Asap

tim pemadaman Karhutla Riau untuk segera mewujudkan kondisi bebas asap. (Humas Kementerian Lingkungan Hidup)  - Image

tim pemadaman Karhutla Riau untuk segera mewujudkan kondisi bebas asap. (Humas Kementerian Lingkungan Hidup) 

JawaPos.com-Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau masih belum stabil. Setelah terjadi penurunan titik api yang signifikan, terpantau kembali terjadi peningkatan.

Pemerintah memutuskan melepas tim pemadam darat yang ditugaskan ke wilayah terdampak, khususnya Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu. Pelepasan dipimpin Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Riau pada Kamis (24/7).

“Kita tidak bisa menunggu lebih lama. Pencegahan harus menjadi prioritas utama," kata Hanif. 

Dia berpesan Ketika api sudah muncul kembali, maka pemadaman darat menjadi garda terdepan yang paling efektif. Khususnya di lahan gambut yang membutuhkan pendekatan teknis khusus. 

Hanif menegaskan bahwa apel pelepasan itu bukan sekadar kegiatan simbolik. Tetapi cerminan nyata komitmen pemerintah dalam menangani lonjakan karhutla yang menunjukkan peningkatan signifikan pada akhir Juli. 

Berdasar data terbaru per 23 Juli 2025, titik kebakaran aktif masih ditemukan di sejumlah kawasan gambut dan mineral di Rokan Hilir dan Rokan Hulu. Dengan dampak asap yang berpotensi meluas bila tidak ditangani cepat.  

Pelepasan tim pemadam kali ini menjadi bagian dari strategi kolaboratif lintas sektor yang digalakkan Kementerian LH. Tim yang diberangkatkan terdiri dari gabungan personel pemerintah dan unit tanggap darurat dari perusahaan mitra.

Dalam Apel Siaga itu, Hanif melepas 200 personel untuk bertugas di lapangan. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah, menyesuaikan dengan hasil evaluasi dan kebutuhan di lapangan.

“Saya tegaskan, ini bukan kloter terakhir. Tim berikutnya akan dikirim. Kita harus hadir sampai titik api terakhir padam. Seluruh tim membawa satu tekad pantang pulang sebelum padam, dan Riau harus bebas asap,” tegas Hanif.  

Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau di antaranya menggunakan operasi modifikasi cuaca (OMC). Operasi ini sudah dilakukan sebanyak 14 sortie atau penerbangan. Dengan total garam dapur (NaCl) yang ditabur ke awan mencapai 12.600 Kg. 

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menjelaskan operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan BNPB, BMKG dan mitra swasta, menjadi langkah penting dalam upaya mengurangi potensi kekeringan pada lahan gambut. Sampai dengan saat ini, 2 tahap OMC sebanyak 14 sortie, dengan jumlah bahan yang disemai pada awan sebanyak 12.600 kg (NaCl).

"Selanjutnya OMC akan terus dilaksanakan selain di wilayah Riau, seperti di Sumsel, Jambi, Kalbar, Kalteng, Kalsel, dan Kaltim," kata Raja dalam keterangannya Kamis (24/7). 

Pantauan terkini karhutla di Riau, terjadi penurunan angka titik api di sana. Dari awalnya tanggal 16 Juli (titik api) di angka 1.300 titik, per hari ini (24/7) tinggal sekitar 116 titik.

Kemenhut menghimbau semua pihak terus meningkatkan kesiagaan dan upaya pencegahan karhutla. Sinergi, kolaborasi, dan kerjasama yang solid dari seluruh stakeholders Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI, Kepolisian, Swasta dan Masyarakat menjadi kunci dalam upaya pengendalian karhutla di Indonesia.

Raja kembali menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan potensi kebakaran lanjutan. Pasalnya, berdasarkan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kondisi cuaca berada di tingkat kekeringan yang sangat tinggi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore