Para siswa SDN 7 Kota Kulon Garut melakukan pembelajaran di luar kelas yang ada di Taman Teknologi Pertanian, Garut. (BRI Peduli)
JawaPos.com – Memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli, BRI Peduli menggelar kegiatan agroedukasi untuk siswa-siswi Sekolah Dasar. Program ini bertujuan menanamkan karakter positif dan rasa tanggung jawab sejak usia dini melalui pengalaman langsung di dunia pertanian.
Pekan lalu, BRI Peduli mengajak siswa-siswi SDN 7 Kota Kulon Garut mengikuti kegiatan belajar lapangan di Klaster Usaha Ganitri, sebuah komunitas petani di bawah naungan Garut Benih Tani Lestari yang berlokasi di Taman Teknologi Pertanian, Garut. Klaster ini dikenal dengan produk unggulannya berupa kentang dan aneka olahannya.
Dalam kunjungan ini, para siswa tidak hanya dikenalkan dengan budidaya tanaman kentang, tetapi juga mendapat edukasi tentang sistem pertanian terpadu berbasis teknologi (smart integrated farming). Mereka belajar bagaimana proses pertanian berkelanjutan dilakukan secara efisien dan menghasilkan panen berkualitas.
Selain itu, para siswa juga dikenalkan dengan konsep diversifikasi produk, di mana hasil pertanian seperti kentang diolah menjadi makanan lezat dan bergizi. Kegiatan ini dikemas dengan pendekatan menyenangkan, termasuk permainan tradisional untuk membangun kepemimpinan dan kekompakan.
Kepala Sekolah SDN 7 Kota Kulon Garut, Sri Asdianwati, menyambut positif kegiatan ini. Ia menyebut agroedukasi sangat relevan diberikan sejak usia dini karena dapat menumbuhkan karakter positif dan rasa ingin tahu anak.
“Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh BRI untuk bisa melibatkan siswa-siswi kami dalam kegiatan agroedukasi ini. Lewat kegiatan ini, kami sangat terbantu dalam proses belajar di luar pendidikan formal sekolah. Proses menanam, merawat, dan memanen memberi pengalaman nyata tentang ketekunan dan hasil usaha,” ujar Sri.
Corporate Secretary Division BRI, Agustya Hendy Bernadi, mengatakan bahwa pihaknya terus mendukung kemajuan pendidikan anak-anak Indonesia melalui berbagai pendekatan. Menurutnya, mencerdaskan kehidupan bangsa tidak cukup hanya lewat pendidikan formal di kelas.
“Dengan kegiatan yang diikuti oleh para siswa SDN 7 Kota Kulon Garut ini, harapannya para siswa bisa mendapatkan edukasi tambahan yang mampu membentuk karakter, menanamkan nilai tanggung jawab, dan menumbuhkan integritas sejak dini,” jelas Agustya.
Melalui kegiatan ini, Agustya ingin membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan potensi pertanian lokal. Pendekatan edukatif seperti ini diharapkan menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan karakter anak bangsa.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
