Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Juli 2025 | 01.18 WIB

Miris! Siswa SMP di Blitar Dikeroyok Teman Sekolah saat MPLS, Videonya Viral di Medsos

video aksi pengeroyokan terhadap siswa SMP Negeri 3 Doko, Blitar saat MPLS, yang viral di media sosial. (Tangkapan layar unggahan Instagram @dolan_keblitar) - Image

video aksi pengeroyokan terhadap siswa SMP Negeri 3 Doko, Blitar saat MPLS, yang viral di media sosial. (Tangkapan layar unggahan Instagram @dolan_keblitar)

JawaPos.com - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) seyogyanya berlangsung dengan riang gembira. Namun tidak bagi WF, 12 tahun, siswa SMP Negeri 3 Doko, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar.

Ia menjadi korban perundungan saat menjalani MPLS. Video WF dikeroyok oleh lebih dari 10 teman sekolahnya pun viral di media sosial (medsos). Hal ini menimbulkan berbagai reaksi dan keprihatinan di masyarakat.

"Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan aksi dugaan perundungan yang terjadi di lingkungan SMPN 3 Doko, Kabupaten Blitar," tulis akun Instagram @dolan_keblitar, dikutip Senin (21/7).

Dalam video berdurasi 25 detik itu, WF tampak tidak berdaya dan terpojok. Sementara belasan teman sekolahnya secara bergantian memukul hingga menendangnya. Bahkan ada yang menendang sambil melompat.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, Adi Andaka membenarkan kasus perundungan yang terjadi di lingkungan SMP Negeri 3 Doko. Ia menyebut peristiwa terjadi saat kegiatan kerja bakti siswa MPLS pada Jumat (18/7).

"Mereka semua masih (siswa) baru, masih kelas 7, dan berasal dari satu lingkungan. Yang pelaku maupun korban itu satu kelas, bahkan dari satu dusun," ujar Adi dikutip dari Blitarkawentar, Jawa Pos Group, Senin (21/7).

Peristiwa bermula dari saling ejek antar siswa usai kegiatan bersih-bersih sekolah. Namun karena kurangnya pengawasan saat istirahat, situasi memanas hingga terjadi kekerasan yang direkam dan tersebar di media sosial.

"Pada Jumat sore, saya dilapori Waka Kesiswaan. Keesokan harinya, semua pihak yang terlibat dipanggil untuk dimintai keterangan. Muncul kesepakatan diselesaikan secara kekeluargaan," tukas Adi.

Setelahnya, pihak sekolah dan para wali murid sepakat untuk membuat surat pernyataan bersama sebagai bentuk komitmen. Penandatanganan surat dilakukan pada Senin pagi (21/7) di sekolah.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore