Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Juli 2025 | 19.11 WIB

Polda Riau Selidiki Kebakaran Lahan 100 Hektare di Rokan Hilir, BMKG Deteksi 586 Titik Panas di Riau dan 1.208 di Sumatera

Ilustrasi tim pemadam kebakaran di lokasi Karhutla di Provinsi Riau. (Antara) - Image

Ilustrasi tim pemadam kebakaran di lokasi Karhutla di Provinsi Riau. (Antara)

JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mendeteksi 586 titik panas di Provinsi Riau. Jumlah itu dari total 1.208 di Sumatera berdasar data pada Sabtu (19/7) pukul 23.00 WIB.

”Titik panas di Provinsi Riau tersebar di sepuluh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau. Titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi ada 19, sedang 34, dan rendah 533,” kata Prakirawan BMKG Anggun R seperti dilansir dari Antara di Pekanbaru.

Kabupaten Rokan Hilir menjadi penyumbang titik panas terbanyak yakni 354 titik. Lainnya ada di Rokan Hulu (142), Pelalawan (20), Siak (17), Kampar (16), Bengkalis (15), Kota Dumai (15), Kuantan Singingi (4), Kepulauan Meranti (2) dan Inderagiri Hulu (1).

Hal tersebut menyebabkan jarak pandang di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menjadi kabur sejauh 4 kilometer. Bahkan di Bandara Japura Kabupaten Inhu jarak pandang hanya 3 km.

Sementara itu, untuk Pulau Sumatera sebanyak 1208 titik panas selain Riau terpantau di Sumatra Utara (300), Sumatera Barat (193), Sumatera Selatan (67), Bangka Belitung (55), Jambi (53), Aceh (37), Bengkulu (11), Kepulauan Riau (4), dan Lampung (2).

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang luasnya mencapai 100 hektare di Kelurahan Sei Gajah Induk, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir. Kebakaran tersebut sudah terjadi selama lima hari terakhir.

Kepala Kepolisian Daerah Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan, aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Pemadaman Kebakaran Riau, mengerahkan personel untuk memadamkan api. Jika api belum padam dalam waktu dekat, pihaknya akan mempertimbangkan meminta bantuan helikopter water bombing dari TNI AU maupun perusahaan.

Polda Riau menyelidiki pelaku pembakaran lahan tersebut. Herry Heryawan menyatakan akan memanggil kepala desa dan pihak terkait untuk penyelidikan. Kebakaran tersebut sudah terjadi selama lima hari terakhir.

”Setelah ini kami akan panggil kepala desa dan pihak terkait untuk mencari tahu siapa yang membuka lahan pertama kali. Ini tidak main-main,” kata Irjen Herry.

Dia menegaskan komitmen menindak tegas pelaku pembakaran hutan sebagai bentuk penegakan hukum dan pencegahan karhutla di wilayah Riau. Selain penegakan hukum, pihaknya menekankan pentingnya edukasi dan kolaborasi dalam menjaga kelestarian alam dan mencegah terulangnya bencana kabut asap yang berdampak luas.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore