Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Juli 2025 | 23.38 WIB

Sembilan Korban Tragedi Pesta Rakyat di Pendopo Garut Masih Dirawat

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menjenguk pasien korban insiden Pesta Rakyat di RSUD dr Slamet Kabupaten Garut. (Polres Garut/Antara) - Image

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menjenguk pasien korban insiden Pesta Rakyat di RSUD dr Slamet Kabupaten Garut. (Polres Garut/Antara)

JawaPos.com–Sedikitnya sembilan orang korban tragedi Pesta Rakyat rangkaian pernikahan Wakil Bupati Garut dengan putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Kabupaten Garut, Sabtu (19/7).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani mengatakan, pasien yang masuk ke RSUD dr Slamet Garut sampai Jumat (17/7) malam sebanyak 20 orang. Yang sedang dirawat sebanyak sembilan orang.

Dia menuturkan jajaran petugas medis di rumah sakit maupun puskesmas sudah bergerak melakukan penanganan untuk mengatasi masyarakat yang menjadi korban insiden Pesta Rakyat di Pendopo Garut. Secara keseluruhan korban insiden itu, sebanyak 30 orang.

”Namun yang masuk rumah sakit sebanyak 20 orang dengan kondisi sakit akibat terinjak-injak dan terjatuh, serta tiga orang tewas. Kondisinya memang cedera, memar, sakit badan. Sudah kita lakukan, sudah dirontgen, di USG,” kata Leli Yuliani seperti dilansir dari Antara.

Pasien yang masih dirawat di RSUD dr Slamet Garut itu mendapatkan perhatian dari sejumlah pejabat pemerintah daerah. Termasuk dari Kepala Kepolisian Daerah Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan yang datang menjenguk pasien bersama jajaran kepolisian dari Polres Garut.

Kapolda juga sempat berbincang-bincang dengan sejumlah pasien dan keluarga yang menunggunya menanyakan tentang kondisi kesehatan dan dipastikan sudah mendapatkan penanganan medis dengan baik di rumah sakit.

”Kami turut prihatin atas insiden ini, dan hadir untuk menyampaikan empati serta memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan yang layak,” tutur Rudi.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin sebelumnya menegaskan untuk warga yang mendapatkan penanganan medis di rumah sakit seluruh biaya ditanggung pemerintah daerah.

Tiga korban tewas yakni dua warga sipil dan satu anggota Polri dalam insiden Pesta Rakyat telah dimakamkan di tempat pemakaman umum di wilayah masing-masing.

Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi menuturkan, proses pemakaman semuanya sudah selesai dilaksanakan dengan berjalan lancar. Termasuk yang anggota Polres Garut Bripka Cecep Saepul Bahri dimakamkan di Kampung Sukadana Gandok, Kelurahan Kota Kulon, Garut Kota.

Khusus anggota Polri yang gugur, kata dia, digelar upacara penghormatan dengan melepaskan tembakan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di institusi Polri.

”Upacara pemakaman dilangsungkan dengan penuh khidmat, disaksikan oleh keluarga, kerabat, dan jajaran kepolisian,” kata Adhi.

Ayah salah seorang korban, mengatakan kejadian yang menimpa anaknya dianggap sebagai musibah. Meski sedih dan tidak percaya dengan adanya kejadian tersebut, Dia maupun istrinya tidak akan mengajukan tuntutan hukum kepada siapapun terkait insiden tersebut, dan berharap tidak terjadi lagi.

”Saya minta ke depan jangan terjadi lagi,” kata dia.

Terkait kejadian tersebut pihak kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk kepentingan proses penyelidikan. Polisi akan memeriksa sejumlah pihak terkait.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore