
Tim SAR menemukan satu jenazah korban KMP Tunu Pratama Jaya yang mengambang di Selat Bali, Minggu (6/7). (Istimewa)
JawaPos.com - Memasuki operasi pencarian hari keempat, Minggu (6/7), upaya pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali mulai membuahkan hasil.
Satu jenazah berjenis kelamin laki-laki ditemukan mengambang di perairan Selat Bali pada Minggu (6/7) sekitar pukul 10.14 WITA. Jenazah tersebut terduga salah satu korban tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya.
"Ditemukan oleh KRI Fanildo. Ciri-cirinya laki-laki dengan tinggi sekitar 170 cm, mengenakan kaos oblong berwarna biru dengan celana pendek coklat," ujar Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI, Ribut Eko Suyatno, dalam konferensi pers di ASDP Ketapang, Minggu (6/7).
Saat ditemukan, korban tanpa identitas. KRI Fanildo pun segera menghubungi KRI Tongkol untuk mengevakuasi jenazah. Evakuasi berjalan lancar dan jenazah dibawa ke RSUD Blambangan untuk identifikasi lebih lanjut.
"Kenapa saya bilang laki-laki karena jenazah ditemukan mengambang dalam posisi tengkurap di permukaan laut, sementara kalau perempuan itu posisinya terlentang," sambungnya.
Jenazah laki-laki tersebut ditemukan petugas di Selat Bali, berjarak sekitar 5,7 sampai 6 mil laut ke arah selatan dari titik tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya, yakni -08°09.371', 114°25, 1569.
"Ini merupakan kemajuan yang signifikan dalam upaya pencarian hari ini. Kami tetap melakukan pencarian untuk menemukan korban lainnya, baik di atas laut maupun dengan penyelaman," tukas Eko.
Dengan temuan ini, korban KMP Tunu Pratama Jaya yang sudah dievakuasi berjumlah 37 orang, dengan rincian 7 korban meninggal dunia dan 30 korban selamat. Sementara 28 korban lainnya masih belum ditemukan.
Hingga sore ini, Tim SAR gabungan belum mengungkap identitas dari satu jenazah korban yang ditemukan. Sebab, proses identifikasi masih berlangsung di RSUD Blambangan, Banyuwangi.
Kronologi singkat
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.
Cuaca ekstrem juga disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569.
Berdasarkan data manifest, saat peristiwa tragis tersebut terjadi, KMP Tunu Pratama Jaya sedang membawa 65 orang, dengan rincian 53 penumpang dan 12 kru kapal. (*)

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
