Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Juli 2025 | 20.34 WIB

Viral Pengamen Ngamuk di Warung Bakso Gara-Gara Dilarang Ngamen, Netizen: Minta Uang atau Ngancam?

Pengamen viral ngamuk di warung bakso. (Instagram) - Image

Pengamen viral ngamuk di warung bakso. (Instagram)

JawaPos.com - Media sosial (medsos) jadi tempatnya beragam kejadian viral yang aneh-aneh.

Paling baru, Platform X, Instagram, dan TikTok, ramai membahas aksi brutal sekelompok pengamen jalanan yang mengamuk di sebuah warung bakso, usai dilarang mengamen oleh pekerja di warung itu. 

Kejadian ini viral setelah terekam kamera ponsel pengunjung dan menyebar luas. Selayaknya psikologi media sosial, kejadian yang ramai digunjingkan akan cepat menyebar.

Dalam video yang beredar, tampak para pengamen sempat adu mulut dengan karyawan warung sebelum meninggalkan lokasi yang di video tidak disebutkan dnegan jelas.

Namun beberapa jam kemudian, mereka kembali dengan membawa beberapa rekan tambahan. 

Situasi memanas dan nyaris terjadi baku hantam sebelum dilerai warga. Menurut pemilik warung, kejadian bermula dari upaya pihaknya menjaga kenyamanan pelanggan.

“Dalam sehari bisa sampai enam sampai sepuluh kali pengamen datang silih berganti. Pelanggan jadi terganggu, bahkan ada yang buru-buru makan dan pulang,” demikian narasi yang beredar.

Pihak warung mengaku sudah berusaha menolak dengan sopan, namun salah satu pengamen justru tersinggung dan mengajak rekannya kembali untuk 'menyelesaikan urusan'. Tak pelak, aksi ini menuai reaksi keras dari netizen.

“Ini mah bukan ngamen, tapi maksa. Kalau nggak dikasih, malah marah. Serem!” tulis netizen di TikTok.

“Udah kaya pungli berkedok seni jalanan,” tambah akun lain.

Fenomena ini menyorot sisi gelap pengamen jalanan yang makin hari dinilai meresahkan. Tak sedikit masyarakat mengeluhkan perilaku pengamen yang memaksa, bernada mengancam, bahkan tak segan berkata kasar bila tak diberi uang.

Fenomena tersebut juga menunjukkan bahwa tindakan seperti ini makin menjauhkan citra 'seni jalanan' dari makna sebenarnya.

“Ketika pengamen berubah fungsi dari penghibur jadi intimidator, masyarakat justru merasa cemas. Ini sudah keluar dari esensinya,” ujar netizen lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi ke polisi. Namun warga sekitar berharap aparat turun tangan sebelum kejadian serupa kembali terulang. Netizen pun ramai menyuarakan: “Kalau ngamen pakai paksaan, itu bukan hiburan, itu teror.”

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore