Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Juli 2025 | 05.41 WIB

Kegiatan Ibadah Dibubarkan Paksa di Sukabumi, Gempar Ingatkan Korban Bisa Alami Trauma

Sekda Gempar Sumuatera Utara, Fredo Linardi. (Istimewa).


JawaPos.com - Peristiwa intoleransi baru-baru ini terjadi di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan peribadatan anak-anak dibubarkan paksa oleh sekelompok orang karena dianggap tidak memiliki izin sebagai tempat ibadah.

Peristiwa ini disesalkan banyak pihak bisa terjadi. Generasi Muda Pembaharu (Gempar) Indonesia Daerah Sumatera Utara menilai peristiwa semacam ini seharusnya tidak terjadi.

"Gempar Sumatera Utara menyesalkan aksi persekusi yang dilakukan oleh sekelompok orang yang menyasar anak-anak sekolah yang sedang ikut pembinaan kerohanian," kata Sekda Gempar Sumuatera Utara, Fredo Linardi dalam keterangan tertulis, Kamis (3/7).

Aksi kekerasan ini dinilai bisa berdampak buruk bagi psikologi para korban. Sehingga, tidak boleh terulang kembali.

"Hal tersebut pasti menimbulkan trauma bagi anak anak atas kejadian tersebut," jelasnya.

Fredo menuturkan, kebebasan memeluk agama merupakan hak konstitusi setiap warga negara. Hak ini pun wajib dilindungi oleh negara, agar tidak terjadi kekerasan fisik maupun verbal.

"Gempar Sumut mendesak pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian tersebut, prinsip umat kristiani tetap mengampuni namun hukuman harus tetap berjalan supaya kedepan tidak ada kejadian serupa," pungkasnya.

Gempar Sumatera Utara pun mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang langsung turun ke tempat kejadian. Dengan begitu, kasus segera selesai dengan damai.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore