Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Juli 2025 | 13.13 WIB

Geger PPDB Banyuwangi, 123 Siswa SMA Negeri 1 Giri Gagal Daftar Ulang Meski Sudah Dinyatakan Lolos

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak. (Juliana Christy / JawaPos.com) - Image

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak. (Juliana Christy / JawaPos.com)

JawaPos.com – Sebanyak 123 calon siswa SMA Negeri 1 Giri, Banyuwangi, Jawa Timur, terpaksa gigit jari setelah gagal melanjutkan proses daftar ulang dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2025. Padahal sebelumnya, mereka telah menerima notifikasi resmi sebagai peserta yang lolos seleksi.

Insiden ini langsung memantik reaksi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Ia menyebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim telah mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara sistem PPDB untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Sudah kami koordinasikan dengan Dinas Pendidikan. Sistem PPDB sementara kami hentikan untuk memastikan tidak ada lagi bukti penerimaan yang ternyata keliru,” kata Emil, Selasa (1/7).

Menurut Emil, dari hasil penelusuran yang dilakukan bersama seluruh cabang dinas, permasalahan ini hanya terjadi di wilayah Banyuwangi. Ia pun menyebut persoalan ini sebagai kondisi yang sangat mengkhawatirkan karena menyangkut hak pendidikan calon siswa.

“Ada yang seharusnya lolos tapi tidak mendapat notifikasi, dan ada juga yang sudah terima bukti kelulusan tapi justru ditolak saat daftar ulang. Ini jelas menyedihkan dan tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.

Pemprov Jatim, lanjut Emil, telah meminta audit menyeluruh terhadap sistem PPDB, termasuk menggandeng mitra teknis dari perguruan tinggi yang terlibat dalam pengembangan sistem tersebut. Ia memastikan pihaknya tidak tinggal diam dan tengah mencari solusi terbaik bagi para siswa yang dirugikan.

“123 siswa ini harus diperjuangkan haknya. Mereka tidak boleh sekadar dianggap korban sistem. Kami akan kawal penyelesaiannya,” tegasnya.

Saat ini, evaluasi internal sedang berjalan. Emil meminta semua pihak bersabar agar hasilnya benar-benar akurat dan adil. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses seleksi agar kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan tetap terjaga.

“Kesalahan sistem seperti ini ibarat jalur produksi yang error. Harus dihentikan dulu, dicek menyeluruh, lalu diperbaiki agar tidak timbul korban baru,” tandas Emil.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore