Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Juli 2025 | 19.17 WIB

Dedi Mulyadi Ungkap Warga yang Bantu Selamatkan Penghuni Rumah Retret di Cidahu Sukabumi saat Diamuk Massa

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menemui pemilik rumah Maria Veronica Nina usai kejadian perusakan yang dilakukan oleh warga di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. (IG @dedimulyadi71) - Image

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menemui pemilik rumah Maria Veronica Nina usai kejadian perusakan yang dilakukan oleh warga di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. (IG @dedimulyadi71)

JawaPos.com – Di tengah peristiwa mencekam penyerbuan dan perusakan rumah di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, terungkap fakta baru. Ternyata, tidak semua warga yang berkumpul terlibat perusakan rumah yang tengah dijadikan lokasi retret umat Kristen.

Terdapat kelompok warga yang justru aktif menyelamatkan sembilan penghuni rumah yang menjadi sasaran amuk massa. Aksi ini pun mendapat sorotan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

"Ada sekelompok warga yang secara aktif menyelamatkan keluarga Ibu Nina saat kejadian. #Toleransi itu nyata," tulis Dedi Mulyadi melalui Instagram Pribadinya.

Rumah yang tengah digunakan sebagai tempat retret pelajar Kristen itu dihuni oleh Yongki dan keluarganya. Saat massa menyerbu, para penghuni rumah langsung dievakuasi oleh dua orang warga menggunakan sepeda motor.

"Kita diangkut sama dua bapak pakai motor dibawa ke rumahnya. Bolak-balik bapak itu," ujar istri Yongki saat berbincang dengan Dedi Mulyadi, Senin (30/6).

Aksi penyelamatan ini membuat pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu merasa lega. Ia menyatakan bahwa di tengah tindakan anarkis, masih ada warga yang menunjukkan empati dan kepedulian.

"Artinya ibu dievakuasi untuk diselamatkan," ucap KDM.

"Artinya sikap kooperatif warga terhadap penyelamatan ibu sangat tinggi," tambahnya.

Setelah meninjau langsung lokasi kejadian, Gubernur KDM mengambil empat langkah strategis untuk menyikapi tragedi ini. Pertama ialah mendorong penindakan tegas terhadap pelaku perusakan.

KDM menegaskan bahwa tindakan perusakan merupakan tindak pidana dan harus disikapi dengan proses hukum yang tegas. “Saya akan mengawal seluruh proses hukum itu agar berjalan secara baik, objektif, dan tuntas,” tegasnya.

Kedua, Pemprov Jawa Barat juga akan menerjunkan tim psikolog guna memulihkan kondisi mental keluarga korban.

Ketiga, KDM akan memberi bantuan biaya pengganti kerusakan yang ditimbulkan dari amukan warga. Tak tanggung-tanggung, bantuan dari KDM yang diberikan mencapai Rp 100 juta. 

“Saya sudah berkirim uang 100 juta kepada keluarga Pak Yongki untuk segera dilakukan perbaikan terhadap kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan dari kegiatan anarkis tersebut," ungkapnya.

Dan terakhir, KDM mengajak seluruh warga untuk menjaga perdamaian dan keberagaman yang telah menjadi kekuatan Jawa Barat.

“Saya pastikan bahwa masyarakat di sekitar akan kembali hidup rukun dan damai saling menghormati, saling menghargai setiap perbedaan yang menjadi keyakinannya masing-masing," tegasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore