
Sebanyak 18 ABK kapal ikan yang dievakuasi dari Perairan Masalembo tiba di Surabaya, Jawa Timur. (TNI AL)
JawaPos.com-KM Puji Manunggal Sejati yang diawaki oleh 18 anak buah kapal tenggelam di Perairan Masalembo pada Rabu (21/1). Kapal ikan itu tenggelam setelah mengalami kecelakaan. Sempat terombang-ambing di tengah cuaca ekstrem, belasan ABK kapal asal Juwana, Pati, Jawa Tengah (Jateng) itu berhasil dievakuasi oleh para prajurit TNI AL.
Komandan Komando Daerah TNI AL (Dankodaeral) V Laksamana Muda TNI Ali Triswanto menyampaikan bahwa kapal ikan dengan kapasitas 88 GT itu dilaporkan mengalami kebocoran lambung. Informasi yang diterima oleh TNI AL, kebocoran itu muncul setelah kapal dihantam gelombang tinggi. Cuaca saat kapal tersebut belajar memang sedang tidak baik-baik saja.
”Peristiwa bermula sekitar pukul 10.30 WIB, ketika KM Puji Manunggal Sejati yang dinahkodai oleh Budi Wahyudi sedang dalam perjalanan menuju area tangkap di Laut Arafuru,” terang Ali dalam keterangan resmi TNI AL pada Kamis (22/1).
Saat kapal tersebut melintasi Perairan Masalembo, kapal mengalami kebocoran serius pada lambung bagian kiri. Situasi darurat tersebut langsung dilaporkan oleh pihak pemilik kapal kepada TNI AL, persisnya kepada jajaran Komando Armada (Koarmada II) dan Kodaeral V. Pemilik kapal meminta bantuan untuk mengevakuasi seluruh ABK.
”Merespons laporan tersebut, Kodaeral V langsung melakukan langkah strategis dengan melakukan plotting koordinat dan berkoordinasi intensif dengan Koarmada II,” jelas Ali.
Berdasar informasi dari hasil pantauan Marine Traffic, terdeteksi KM Egon berada di posisi terdekat dari lokasi KM Puji Manunggal Sejati. Ali pun segera memerintahkan jajaran untuk berkoordinasi dengan Syahbandar Masalembo untuk menghubungi KM Egon melalui radio dan secepat mungkin melaksanakan operasi SAR. Prioritasnya adalah keselamatan seluruh ABK kapal ikan tersebut.
”Prioritas utama kami adalah keselamatan nyawa para ABK. Begitu laporan diterima, kami langsung menggerakkan seluruh instrumen pemantauan maritim untuk mencari unsur terdekat di lokasi,” beber dia.
Selain KM Egon, TNI AL juga berkoordinasi dengan KSOP. Hasilnya, sebelum KM Puji Manunggal Sejati tenggelam total, 18 ABK berhasil dievakuasi. Meski kondisi cuaca menjadi tantangan, namun pada pukul 17.11 WIB, seluruh ABK KM Puji Manunggal Sejati berhasil dievakuasi ke atas KM Egon dalam keadaan selamat. Selain Budi Wahyudi sebagai nakhoda, ada 17 ABK lain yang dibawa ke Surabaya.
”Kami telah menyiagakan Tim Dukungan Kesehatan (Dukes) di Dermaga Jamrud Selatan untuk memberikan penanganan medis awal. Kami ingin memastikan kondisi fisik dan psikis para korban stabil setibanya di Surabaya nanti,” jelasnya. (*)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
