
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kiri) merangkul seorang anak, didampingi Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. (ANTARA/Pemkot Bogor)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa dirinya tak ingin masalah banjir kembali menerpa wilayah Bekasi dan sekitarnya. Terlebih, saat ini telah mendekati musim hujan.
Alhasil, Dedi Mulyadi terus mengingatkan warga untuk terus aktif menjaga lingkungan yang ada di sekitarnya.
"Rakyatnya ngurus lingkungannya, Jalannya pengen bersih tapi kerja bakti kagak mau," jelas Dedi Mulyadi pada acara Nganjang ka Warga di Bekasi seperti dilihat pada YouTube Humas Jabar, Selasa (1/7).
Dia juga mengingatkan masyarakat untuk tak membuat sampah sembarangan, terutama yang disebabkan oleh pembuangan sampah ke sungai. Padahal, dengan ini, yang akan sengsara adalah warga Kota Bekasi itu sendiri.
Menurutnya, solusi lainnya untuk banjir yakni mau tidak mau sungai harus dikeruk atau dilebarkan agar mampu menampung debit air yang lebih banyak. Tak hanya itu, bangunan yang di bantaran sungai pun juga harus dibongkar.
"Kalau enggak dibongkar, nanti pelebarannya tidak akan pernah kelar, nanti pengerukannya tidak akan pernah kelar," ungkap eks Bupati Purwakarta ini.
Dedi menceritakan, Desember hingga Februari biasanya merupakan periode air sungai meluap. Debit airnya pun berasal dari Bogor. Mengingat pula Bogor penuh dengan bangunan yang ada di Kawasan Puncak.
“Jadi, kalau Gubernur Jawa Barat bongkarin bangunan di puncak, di Cisarua itu tandanya gubernur sayang sama orang Kota Bekasi," jelas dia.
"Jadi kalau nanti Kali Cileungsi dan Kali Cikeas dinormalisasi, walaupun sudah penuh dengan bangunan, itu tandanya gubernurnya sayang sama orang Bekasi," sambung Dedi Mulyadi.
Dia pun menegaskan, masalah banjir ini juga ada di hulu. Pemprov Jawa Barat pun akan memberantas masalah banjir sampai ke akar-akarnya.
"Di hulu masalahnya, kita ini Jawa Barat, hulunya bermasalah, pantatnya bermasalah, telapak kakinya bermasalah, Karena hulunya bermasalah telapak kakinya bermasalah semuanya harus dibenahi," tutup Dedi Mulyadi.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
