Tangkapan layar pertemuan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan Meilanie, 46, ibu yang menjadi korban penganiayaan oleh anaknya sendiri Moch Ichsan, 22. (Youtube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
JawaPos.com-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tak lepas dari kritikan terkait kebijakan yang dijalankannya. Kritikan tersebut pun datang dari sejumlah pihak.
Dalam kesempatannya, Dedi Mulyadi menanggapi kritikan yang telah ditujukan kepadanya. Dia menekankan, kritikan tersebut sejatinya bentuk rasa cinta masyarakat Indonesia kepada dirinya.
Adapun sosok eks Bupati Purwakarta ini juga menjelaskan bahwa cukup banyak julukan yang diberikan masyarakat kepadanya, seperti halnya Gubernur Konten ataupun Mulyono Jilid 2.
"Mencintai saya ada yang memuji ada yang mengkritik. Yang mengkritik memberikan gelar kepada saya, banyak sekali gelar. Gelarnya dari mulai Gubernur Konten, Gubernur Lambe Turah, Mulyono Jilid 2, kemudian gubernur yang mungkin ya dungu gitu kan," kata Dedi Mulyadi seperti dikutip dari Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Selasa (24/6).
Lebih parahnya lagi, terkadang ada masyarakat yang memberikan julukan dengan kata-kata yang sejatinya tak pantas diucapkan.
"Yang terbaru ini juga ada lagi, saya tidak tahu apakah ini ucapan ditujukan pada saya atau bukan, saya tidak tahu. Tetapi orang menanggapi bahwa ucapan itu ditunjukkan pada saya sehingga melakukan pembelaan yang luar biasa," tukas Dedi.
Menyikapi hal itu, dia menjelaskan bahwa ia cukup tenang. Menurutnya, tak masalah dirinya diberikan julukan apapun asalkan masih bisa berkontribusi dan bermanfaat bagi masyarakat Jawa Barat.
"Santai aja, nggak usah bikin ribut kalau ada orang yang mengkritik tanggapi dengan rileks karena dia sayang dengan saya. Bagi saya, lebih baik dianggap pemimpin tolol tapi bisa berbuat yang terbaik bagi kepentingan masyarakatnya," jelas dia.
Di sisi lain, Dedi juga ingin membuat anggaran menjadi transparan. Tujuannya agar masyarakat mengetahui dengan jelas arah anggaran yang digunakan pemerintah.
Alhasil, masyarakat yang berstatus sebagai pemegang kekuasaan tertinggi bisa dengan bebas mengetahui dana yang dimiliki dan dialokasikan oleh pemerintah. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
