Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Juni 2025 | 01.14 WIB

Panen Raya Bareng Wapres Gibran, Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Siap Pimpin Swasembada Gula Nasional

Wapres Gibran dan Gubernur Khofifah menanam tebu secara simbolis di Kebun Jolondoro, Banyuwangi, Senin (23/6), sebagai upaya percepatan swasembada gula nasional yang ditarget tercapai pada 2026. - Image

Wapres Gibran dan Gubernur Khofifah menanam tebu secara simbolis di Kebun Jolondoro, Banyuwangi, Senin (23/6), sebagai upaya percepatan swasembada gula nasional yang ditarget tercapai pada 2026.

JawaPos.com - Jawa Timur terus memantapkan posisinya sebagai lumbung gula nasional. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka turun langsung ke lahan tebu di Jolondoro, Banyuwangi, Senin (23/6), untuk mengikuti panen sekaligus penanaman tebu baru.

Turut hadir dalam kegiatan ini Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta perwakilan petani. 

"Kalau Indonesia ingin swasembada gula, kami siap memulainya dari Jawa Timur. Dengan produktivitas yang terus meningkat, kami optimis bisa menyuplai kebutuhan nasional," tegas Khofifah.

Kebun Jolondoro yang menjadi lokasi panen, memiliki luas 405 hektare dan ditanami varietas unggulan BL dan HMW. Rata-rata produktivitas lahan ini mencapai 106 ton tebu per hektare.

Data tahun 2024 mencatat, produksi tebu yang digiling di Jatim mencapai 16,69 juta ton dengan output 1,27 juta ton gula kristal putih. Jumlah ini setara dengan 51,87 persen dari total produksi gula nasional. Khofifah menyebut, angka tersebut menjadi bukti nyata dominasi Jatim di sektor gula.

Tahun ini, produktivitas diproyeksikan naik signifikan. Berdasarkan estimasi dari seluruh pabrik gula di Jatim, luas panen tahun 2025 ditarget mencapai 252.135 hektare, dengan jumlah tebu digiling mencapai 18,77 juta ton. Dengan rendemen 7,76 persen, maka total produksi gula diprediksi tembus 1.457.900 ton.

"Jatim tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tapi juga surplus lebih dari 900 ribu ton. Ini memperkuat posisi kami sebagai pusat produksi gula nasional," jelasnya.

Peningkatan produksi juga ditopang oleh keberadaan 29 pabrik gula yang tersebar di 16 kabupaten/kota. Pemprov Jatim pun terus memperkuat sektor ini lewat skema pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat Khusus (KURsus) Petani Tebu dengan bunga tetap 6 persen.

Program ini ditujukan untuk membantu peremajaan kebun dan mendorong penggunaan varietas tebu berpotensi rendemen tinggi. Dengan langkah ini, diharapkan rendemen bisa naik dari rata-rata 7 persen menjadi 8–9 persen.

"Ini bukan sekadar bantuan modal, tapi investasi masa depan. Kami ingin petani naik kelas, bukan hanya buruh, tapi pengusaha pangan yang mandiri," ucap Khofifah.

Selain mendukung petani dari sisi hulu, Khofifah juga mendorong hilirisasi tebu untuk menghasilkan produk turunan seperti bioetanol. Menurutnya, ini sejalan dengan upaya menuju energi hijau dan pengurangan emisi karbon.

Wapres Gibran menegaskan bahwa pemerintah pusat menargetkan swasembada pangan tercapai pada 2026. Ia meminta agar persoalan teknis, terutama terkait mekanisasi pertanian, segera diselesaikan.

"Target kita tahun depan swasembada. Sinergi pusat, daerah, petani, dan pelaku usaha harus makin kuat," kata Gibran.

Dalam kegiatan ini juga disalurkan bantuan berupa pompa air, benih tebu, dan kredit usaha melalui platform Etera yang diharapkan menjadi pengungkit percepatan swasembada gula berbasis kolaborasi.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore