Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Juni 2025 | 05.53 WIB

Dedi Mulyadi Ungkap Mirisnya Warga Parung Panjang Bogor: Sakit ISPA dan Jalan Rusak Parah, Tapi Hasil Tambang Dinikmati Jakarta dan Banten

Antrean truk yang parkir di ruas Jalan Parungpanjang karena tidak boleh melintas di wilayah Kabupaten Tangerang. - Image

Antrean truk yang parkir di ruas Jalan Parungpanjang karena tidak boleh melintas di wilayah Kabupaten Tangerang.

JawaPos.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkap kondisi mengenaskan warga di Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Warga di wilayah tersebut harus menghadapi rusaknya infrastruktur jalan dan serangan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), akibat masifnya aktivitas pertambangan.

Ironisnya, menurut Dedi, keuntungan dari hasil tambang tersebut justru dinikmati oleh kalangan menengah atas hingga para pengembang properti di Jakarta dan Banten.

"Pada satu sisi masyarakatnya mengalami degradasi lingkungan, sisi lain tumbuh kelas-kelas baru kota-kota baru di sekitar Jawa Barat," ujar Dedi Mulyadi usai menghadiri Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD-MPU) di Jakarta Pusat, Selasa (17/6).

Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi alias KDM ini menambahkan, pesatnya pertumbuhan properti dan hotel di Jakarta serta Banten berbanding terbalik dengan kondisi desa-desa penghasil tambang. 

Ia menyebut ketimpangan ini harus segera dibahas secara serius dan bersama-sama dengan daerah sekitar. Sehingga pembangunan tidak hanya dinikmati kota besar.

"Lahir kesejahteraannya, lahir kaum kapital yang menikmati dari penjualan batu yang relatif murah itu. Ini kan sesuatu yang harus segera dibicarakan dan dibahas secara bersama-sama sehingga pembangunan bisa seiring sejalan tidak lagi terjadi perkotaan mengalami kemajuan dan pemajuan, pedesaan mengalami degradasi, kemiskinan dan pemiskinan," tegasnya.

Dedi juga menyinggung biaya fantastis untuk membenahi jalan-jalan rusak di Parung Panjang. Menurutnya, anggaran perbaikan bisa mencapai Rp 1,2 triliun, angka yang sangat besar untuk ditanggung sendirian oleh Pemprov Jabar.

"Tidak mungkin Jawa Barat Rp 1,2 triliun untuk recovery satu kecamatan, karena kami sangat luas kecamatannya, lebih dari 600 kecamatan," ungkapnya.

Meski begitu, Pemprov Jabar tetap mengambil langkah awal. Tahun ini, perbaikan jalan di Parung Panjang mulai dilakukan lewat APBD murni dan perubahan.

Namun, Dedi mengingatkan bahwa kondisi jalan bisa cepat rusak lagi karena truk-truk tambang bertonase besar yang melintasi setiap hari.

"Tahun ini kita sudah mulai bangun jalan, ada di (APBD) murni dan di (APBD) perubahan, tetapi kan yang jalan itu bisa rusak lagi dalam waktu tidak terlalu lama, karena kan mobilnya gede-gede banget, dan kita tidak bisa kontrol secara terus menerus jumlah tonase," katanya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore