Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Juni 2025 | 20.24 WIB

BMKG Catat Tiga Kabupaten di Jateng Berstatus Waspada Curah Hujan Tinggi

Peta potensi curah hujan tinggi di wilayah Jawa Tengah pada dasarian kedua Juni 2025. (BMKG/Antara) - Image

Peta potensi curah hujan tinggi di wilayah Jawa Tengah pada dasarian kedua Juni 2025. (BMKG/Antara)

JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, tiga kabupaten di Jawa Tengah (Jateng) berstatus waspada curah hujan tinggi pada dasarian kedua Juni 2025. Yakni Kabupaten Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

”Dalam surat Nomor e.B/KL.00.02/017/KBB2/VI/2025 tentang Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Provinsi Jawa Tengah Periode Dasarian II Juni 2025, Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II disebutkan bahwa curah hujan di tiga kabupaten berstatus waspada itu berkisar 150-200 milimeter per dasarian,” kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo seperti dilansir dari Antara di Cilacap, Rabu (11/6).

Selain itu, kata dia, sejumlah kabupaten di Jateng juga berpotensi mengalami curah hujan tinggi pada 11-13 Juni meskipun tidak merata atau bersifat sporadis.

Wilayah yang berpotensi terjadi curah hujan tinggi pada 11-13 Juni meliputi Kabupaten Magelang, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Semarang, dan Temanggung. Kondisi tersebut dipengaruhi anomali suhu permukaan laut perairan Indonesia yang hingga saat ini masih hangat, sehingga dapat berdampak pada peningkatan potensi curah hujan di sebagian wilayah dan perubahan musim kemarau.

”Hasil monitoring indeks Indian Ocean Dipole (IOD)) dan El Nino-Southern Oscillation (ENSO) periode dasarian ketiga bulan Mei 2025 menunjukkan indeks IOD berada pada kategori Netral dan diprediksi akan tetap berada pada fase Netral hingga semester kedua tahun 2025,” terang Teguh Wardoyo.

Selain itu, kata dia, Indeks ENSO juga dalam kategori Netral dan diprediksi akan tetap berada pada fase Netral hingga semester kedua 2025. Anomali suhu permukaan laut di Nino 3,4 akan terus pada fase Netral hingga November 2025.

”Anomali suhu permukaan laut perairan Indonesia periode Juni hingga November 2025, secara umum diprediksi akan didominasi oleh Normal hingga anomali positif atau lebih hangat dengan kisaran nilai 0,5 hingga dua derajat Celcius,” terang Teguh Wardoyo.

Salam surat dari BBMKG Wilayah II juga disebutkan dari total 54 Zona Musim (ZOM) di Jawa Tengah, sebanyak lima ZOM telah memasuki musim kemarau. Kelima ZOM itu meliputi Jateng 12 yaitu Kota Pekalongan, Pekalongan bagian utara, Kabupaten Pemalang bagian utara, dan Tegal bagian timur laut. Kemudian Jateng 23 meliputi sebagian besar Kabupaten Batang bagian utara.

Selanjutnya Jateng 24 meliputi sebagian Kabupaten Batang bagian timur laut, sebagian Demak bagian barat, Kendal bagian utara, dan Kota Semarang bagian utara. Untuk Jateng 51 meliputi Kabupaten Blora bagian barat dan sebagian kecil wilayah Grobogan bagian timur laut. Serta Jateng 52 meliputi Kabupaten Blora bagian selatan, Grobogan bagian Tenggara, sebagian kecil wilayah Sragen bagian timur laut.

”Informasi ini diharapkan dapat menjadi dasar kewaspadaan dan mitigasi terhadap potensi dampak ikutan dari dua kondisi tersebut,” papar Teguh Wardoyo.

”Dalam hal ini, bagi wilayah yang masih berpotensi hujan diimbau mewaspadai bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, sedangkan di wilayah yang telah memasuki musim kemarau diimbau mewaspadai potensi bencana kekeringan,” imbuh Teguh.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore