Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Juni 2025 | 21.27 WIB

Sindiran Pedas Dedi Mulyadi kepada Pendidikan di Indonesia: Guru dan Orang Tua Terlalu Cinta Duit, Lupa Doa!

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat mengkritisi soal sistem pendidikan Indonesia. (YouTube Lembur Pakuan Channel). - Image

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat mengkritisi soal sistem pendidikan Indonesia. (YouTube Lembur Pakuan Channel).




JawaPos.com - Tokoh kharismatik sekaligus Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, melontarkan kritik pedas yang bikin panas telinga banyak pihak. Dalam pidato emosionalnya saat perayaan Idul kurban, Dedi mengguncang publik dengan pernyataan tajam soal bobroknya arah pendidikan dan mental pejabat di Indonesia. 

''Pendidikan kita hari ini terlalu materialistis! Guru-guru, kepala sekolah, bahkan orang tua, lebih sibuk mengejar proyek dan angka, tapi lupa soal spiritualitas,” tegas Dedi Mulyadi. 

Tak hanya menyorot dunia pendidikan, Dedi juga menyentil keras gaya hidup para orang tua yang hanya menilai anak dari motor mewah, HP mahal, dan baju branded, tanpa pernah mendoakan anaknya di sepertiga malam.

“Anaknya sukses cuma di mata dunia. Tapi siapa yang bangun malam mendoakan mereka? Siapa yang berkorban sungguh-sungguh demi masa depan spiritual mereka?” katanya, dengan nada tinggi.

Namun yang paling mengguncang, Dedi melempar sindiran maut terhadap para pejabat yang gemar pamer kurban sapi, tapi pelit terhadap rakyat.

“Kalau gubernur kurban 10 ekor sapi, paling banter dinikmati 5.000 orang. Tapi kalau dia potong anggaran Rp 5 triliun buat rakyat, itu baru kurban sejati," seru Dedi dengan suara menggelegar.

Ia juga mengajak publik untuk menjadikan Idul kurban bukan sekadar formalitas menyembelih hewan, tapi momen memotong ego, anggaran pejabat, dan gaya hidup mewah yang tak berguna. Tak lupa, Dedi menyanjung tinggi para RT, RW, Linmas, hingga Hansip yang tetap mengabdi meski tanpa gaji dan fasilitas mewah.

“Mereka tidak punya laptop, HP pun jadul, tapi merekalah tulang punggung negara. Pejabat-pejabat harus belajar dari mereka," ungkapnya.

Dedi Mulyadi menutup pidatonya dengan pesan keras. "Jangan bangga potong sapi, kalau belum mau potong anggaran untuk rakyat," tandasnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore