Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Juni 2025 | 18.19 WIB

Buntut Longsor Tambang Galian C di Gunung Kuda Cirebon, Dedi Mulyadi Minta Perhutani Cabut Seluruh Kerja Sama Pertambangan di Jabar

Area tambang galian C di Gunung Kuda, Cirebon, Minggu (1/6), usai insiden longsor. (Fathnur Rohman/Antara) - Image

Area tambang galian C di Gunung Kuda, Cirebon, Minggu (1/6), usai insiden longsor. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com - Peristiwa memilukan terjadi pada Jumat (30/5) kemarin. Tambang rakyat yang mencari batu alam di Gunung Kuda, Cirebon, Jawa Barat (Jabar), terekam kamera mengalami longsor menimbun belasan orang yang berada di bawahnya.

Tebing setinggi puluhan meter amblas ke bawah. Area tambang yang harusnya jadi sumber penghidupan warga sekitar itu, berubah jadi 'kuburan massal' yang menimbun belasan jasad manusia.

Tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan yang dibantu warga sekitar sudah mengevakuasi 19 korban meninggal dunia dalam peristiwa longsor di kawasan tambang Gunung Kuda hingga Minggu (1/6).

Berdasarkan data, total korban tewas yang sudah dievakuasi menjadi 19 orang. Mayoritas korban adalah buruh atau kuli yang terlibat dalam aktivitas penambangan di kawasan Gunung Kuda.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi juga sudah meninjau lokasi tersebut. Saat meninjau lokasi longsor di lokasi penambangan Gunung Kuda Cirebon, Dedi Mulyadi langsung dihadang sejumlah awak media.

Salah satu wartawan menanyakan cara pencegahan yang dilakukan mantan Bupati Purwakarta itu. "Sejak saya pimpin, saya sudah mengeluarkan surat edaran larangan alih fungsi lahan," ungkapnya dikutip dari Radar Bogor (Grup Jawa Pos).

Dedi menuturkan, pihaknya meminta kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Dinas Lingkungan Hidup melakukan moratorium terhadap izin pertambangan.

"Kita sudah menutup ratusan tambang ilegal dan Polda Jabar sudah mempidana beberapa tambang ilegal," tegasnya seraya menambahkan bahwa moratorium juga dilakukan, sehingga tidak ada lagi perpanjangan izin pertambangan di Jawa Barat.

Dedi juga meminta kepada pihak Perhutani untuk mencabut Kerja Sama Operasional (KSO) pertambangan. Bukan hanya di Cirebon, tetapi di seluruh Jawa Barat. 

"Saya meminta Perhutani mencabut seluruh kerja sama penambangan," tegasnya. Selanjutnya, Dedi menekankan agar lahan-lahan tersebut dikembalikan menjadi kawasan hutan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore