
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat pidato pada Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Senin (20/5/2025). (YouTube Humas Jabar)
JawaPos.com-Rumah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kedatangan seorang ibu dan anak asal Kota Depok. Ibu berusia 35 tahun itu membawa anaknya yang masih remaja berusia 15 tahun untuk bertemu dengan Dedi.
Setiba di depan rumah, Dedi Mulyadi yang berpakaian serba putih langsung menyambutnya. Dia pun juga tak lupa untuk menanyakan sekolah dan kelas kepada sang ibu.
Sang ibu lantas menjawab bahwa anaknya merupakan siswa kelas 9 dan sedang bersekolah di salah satu SMP Negeri di Kota Depok. Kepada Dedi, ibu tersebut mengaku bahwa anaknya tak sekolah dalam satu bulan terakhir lantaran sedang sakit parah.
Tampak di depan Dedi Mulyadi, siswa itu tampak kurang sadar dengan berbagai peristiwa yang sudah dialaminya. Sang ibu menceritakan, menurut psikolog anaknya mengalami epilepsi.
"Yang saya tahu, sejak kecil tidak pernah epilepsi," kata ibu berkaca mata tersebut seperti dikutip dari Radar Bogor (Jawa Pos Group).
Lebih lanjut dia mengatakan, menurut dokter di poli jiwa, tak ada gangguan jiwa. Namun, anaknya langsung dikasih obat penenang, obat tidur, dan obat saraf.
Selain itu, dilakukan pula tes urine dan hasilnya negatif. Mendengar sang anak diberi banyak obat, Dedi Mulyadi pun terkejut.
Dedi mengungkap, apabila sang anak diberi obat agar tidur segala macam, nanti malah semakin parah dan mengalami ketergantungan.
Sang ibu pun menjawab bahwa perilaku anaknya berubah sepulang dari study tour di Jogjakarta. "11 November 2023, ke Jogjakarta," ucap ibu tersebut.
Setelah pulang study tour, walaupun kondisinya tidak sehat, sang anak tetap memaksa bersekolah. Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi memijat punggung pelajar.
"Yang terasa apa? sini yang terasa ya," kata Dedi Mulyadi.
"Astagfirullah," jawab pelajar berkaos putih dan mengenakan pelindung kepala tersebut.
Dengan tenang, Dedi Mulyadi terus memijat anak tersebut sambil menanyakan nama-nama anggota keluarganya.
"Astagfirullah, Astagfirullah, Astagfirullah," lanjut pelajar itu.
Kendati lupa, anak tersebut mulai menyebutkan adik, kakak, hingga ayahnya. Dedi Mulyadi menanyakan kepada ibunya, apakah selama di Jogjakarta oleh temannya diberikan sesuatu seperti obat kepada anak tersebut.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
