Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Mei 2025 | 16.09 WIB

Tak Hanya Siswa Bermasalah, Dedi Mulyadi Akan Perluas Pendidikan Barak Militer hingga Libatkan Siswa Berprestasi

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berbincang dengan siswa saat program pendidikan karakter dan kedisiplinan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi. (Tim Media KDM) - Image

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berbincang dengan siswa saat program pendidikan karakter dan kedisiplinan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi. (Tim Media KDM)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menjadi buah bibir setelah mengungkap akan memperluas cakupan program pendidikan barak militer. Seperti diketahui, program ini sebelumnya dirancang untuk siswa perilaku bermasalah, tapi kini juga melibatkan siswa berprestasi.

Program barak militer tersebut awalnya ditujukan sebagai bentuk pembinaan disiplin anak-anak yang dianggap memerlukan perhatian khusus terkait perilaku. Hasil evaluasinya pun menunjukkan perubahan yang signifikan bagi para anak binaan.

Lantaran program inisasinya memiliki dampak positif, Dedi mengungkap rencananya yang akan mengikutsertakan siswa berprestasi demi memperoleh pendidikan karakter yang sama.

Dia menilai, semua siswa tanpa memandang latar belakang atau prestasi, berhak mendapat pembinaan karakter yang kuat di barak militer.

“Sama seperti anak-anak yang sebelumnya dikirim ke barak, nanti kami evaluasi. Bisa saja giliran anak-anak berprestasi,” kata Dedi seperti dikutip dari Radar Bogor (Jawa Pos Group).

Dia menjelaskan, program ini tak hanya ditujukan bagi siswa yang memiliki masalah disiplin, melainkan juga sarana memperkuat nilai kepemimpinan dan kebangsaan bagi pelajar berprestasi.

“Nanti mereka akan kita tempatkan bersama, supaya nilai-nilai kedisiplinan bisa ditanamkan sejak dini,” lanjutnya.

Program ini sendrii melibatkan latihan fisik, penguatan karakter, dan penanaman semangat nasionalisme dalam suasana barak militer. Tujuannya jelas untuk membentuk generasi muda yang kuat mental dan berintegritas tinggi pada moral.

Namun tetap rencana ini mengundang berbagai komentar. Seperti halnya sejumlah kalangan yang khawatir akan potensi tekanan psikologis terhadap siswa berprestasi jika mengikuti program seperti ini.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengimbau agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan koordinasi dan dialog dengan Kementerian Pendidikan. Tujuannya untuk memastikan bahwa program tersebut sejalan dengan sistem pendidikan nasional.

Hanya saja, di balik pro dan kontra, Dedi tetap menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah mencetak generasi muda yang bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Bahkan ia percaya bahwa pembinaan seperti ini bisa meningkatkan kualitas intelektual para peserta.

“Anak-anak yang ikut program ini terbukti punya visi. Kita harap mereka akan memiliki IQ di atas rata-rata,” tukas dia.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore