
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan di acara Sekolah Kebangsaan (YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menekankan pentingnya kedisplinan dalam proses mendidik anak. Menurut dia, hal tersebut dapat membantu mengantarkan anak menuju kesuksesan.
Hal itu pula yang membuat Gubernur Dedi Mulyadi membuat program pembinaan siswa nakal di barak militer. Siswa-siswi nakal di Jabar dibina di barak militer melibatkan unsur TNI, Polri dan tentunya guru.
Ratusan siswa sudah lulus program tersebut setelah menjalani 18 hari pembinaan di barak militer. Sisanya dipastikan menyusul dan akan jadi agenda wajib sekolah di Jawa Barat.
Kembali ke soal disiplin, viral di media sosial, Dedi Mulyadi menegur orang tua siswa yang sibuk foto-foto saat dirinya sedang pidato.
Hal itu berlangsung saat Dedi memberikan sambutan di acara Sekolah Kebangsaan yang digelar di Bale Pakuan Bandung.
Dedi Mulyadi memberikan selamat kepada orang tua siswa yang hadir dalam acara tersebut. Namun pada satu momen, dirinya terganggu karena ada sejumlah orang tua siswa yang mengambil foto saat acara tengah berlangsung.
"Bagi yang di belakang, untuk yang foto-foto, tidak boleh dilakukan, duduk dulu," perintah Gubernur Jawa Barat itu.
Dedi Mulyadi meminta para orang tua menghormati prosedur yang berlaku. Dirinya meminta para orang tua murid untuk menghormati mekanisme dan cara pendidikan.
Kepada para undangan yang hadir, Dedi Mulyadi juga mengungkapkan bahwa pemprov telah mendidik para siswa dengan baik. Sehingga, hal-hal buruk yang dilakukan orang tua dan berpotensi ditiru anak, sebaiknya tidak dilakukan lagi.
"Orang tuanya jangan ngajarin lagi yang enggak baik," pesannya. Dedi Mulyadi meminta agar para orang tua mengikuti aturan yang berlaku.
"Jadi kalau ada kegiatan, disuruh duduk itu duduk, yang ngambil foto-foto itu cara mendidik yang tidak baik. Karena saya khawatir dari anak-anak ini adalah, ketika kembali ke rumahnya, pola pendidikan keluarganya tidak sesuai dengan apa yang sering kita laksanakan," bebernya.
Dedi menjelaskan kekhawatiran saat para siswa Sekolah Kebangsaan kembali ke keluarganya. Untuk membentuk karakter anak jadi lebih baik seperti sekarang, Dedi Mulyadi menuturkan, butuh energi dan tenaga.
"Ketahanan mental saya dan jajaran pemprov, serta jajaran TNI," lanjutnya. Karena itu, Dedi juga meminta para undangan yang hadir untuk mengapresiasi tim pengajar yang berasal dari TNI.
"Andaikan TNI tertekan dengan opini yang dibangun, dan menyatakan mendidik anak-anak bukan kewenangan kami, tidak akan ada peristiwa ini. Ucapkan terima kasih dan tepuk tangan," tandasnya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
