
Gubernur Dedi Mulyadi menghadiri upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Provinsi Jawa Barat Tahun 2025. (YouTube Humas Jabar)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali buka suara soal program kontroversialnya yang mengirim anak-anak sekolah ke barak pendidikan kebangsaan. Menanggapi kritik dari berbagai pihak, ia menyebut bahwa orang-orang yang menentang program ini hanyalah kaum nyinyir dan pembenci yang tak ingin program tersebut sukses.
Menurut Dedi, ada dua kelompok yang muncul merespons program tersebut: mereka yang berharap program ini berhasil karena kecintaannya pada bangsa, dan mereka yang justru berharap program ini gagal demi kepentingan politik semata.
“Mereka yang nyinyir adalah orang-orang yang mempertuhankan politik, meski lidahnya mengaku bertuhan pada Allah, tapi hatinya penuh hasutan,” ucapnya lantang dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Instagramnya, Rabu (21/5).
Dalam kesempatan itu, Dedi juga menyinggung bahwa sistem pendidikan nasional perlu dievaluasi. Hal itulah yang melatarbelakangi pengiriman anak ke barak militer.
“Kalau hanya 18 hari di sini (barak) bisa membentuk semangat nasionalisme, sementara di sekolah tidak, berarti ada yang salah dengan sistem pendidikan kita,” katanya.
Dedi menegaskan, pendidikan dari hati dan cinta jauh lebih efektif ketimbang sekadar mengejar angka dan laporan keuangan semata.
Untuk diketahui, kendati telah menerima banyak dukungan masyarakat, program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengirim anak-anak bermasalah ke barak militer juga tak jarang mendapat kritikan tajam.
Usai Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) minta program dievaluasi, kini giliran organisasi guru Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) keras mendesak kebijakan ini dihentikan.
Sekjen FSGI Fahriza Marta Tanjung menyampaikan, pihaknya menolak kebijakan ini. Apalagi disusul dengan narasi adanya rencana guru "malas" juga akan dikirim ke barak militer.
"FSGI menilai ini merupakan kebijakan instan, tidak menyentuh akar masalah, dan berpotensi tidak berdampak jangka panjang dalam perubahan perilaku," ujarnya, dalam keterangan resminya, Senin (19/5).

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
