Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 April 2026 | 00.07 WIB

Viral! Video Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, KDM Sarankan Sanksi Selain Skorsing

Sebuah video amatir yang merekam aksi tidak terpuji oknum pelajar di Purwakarta mendadak viral di media sosial. (istimewa) - Image

Sebuah video amatir yang merekam aksi tidak terpuji oknum pelajar di Purwakarta mendadak viral di media sosial. (istimewa)

JawaPos.com - Sebuah video amatir yang merekam aksi tidak terpuji oknum pelajar di Purwakarta mendadak viral di media sosial. Dalam tayangan berdurasi singkat tersebut, terlihat sejumlah siswa dari SMAN 1 Purwakarta melakukan gestur kasar berupa mengacungkan jari tengah ke arah seorang guru yang sedang berjalan meninggalkan ruang kelas.

Tidak hanya sekali, aksi tidak sopan tersebut dilakukan berulang kali oleh beberapa siswa secara bersamaan. Rekaman yang juga memperlihatkan upaya tindakan tidak pantas ke arah kepala sang guru ini sontak memicu kemarahan warganet yang menuntut adanya tindakan tegas terhadap para pelaku.

Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara. Ia mengaku telah memantau situasi dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan penyelesaian masalah ini berjalan tepat sasaran.

"Saya cukup prihatin terhadap peristiwa tersebut dan kronologisnya saya sudah mendengarkan paparan dari kepala Dinas Pendidikan," ucap Dedi Mulyadi dikutip, Sabtu (18/4).

Menurut Dedi, pihak sekolah sebelumnya telah mengambil langkah disipliner berupa skorsing selama 19 hari bagi siswa yang terlibat. Ia pun mengungkapkan kondisi orang tua siswa saat dipanggil pihak sekolah.

"Orang tuanya menangis, merasa menyesal atas tindakan anaknya," tambahnya.

Solusi Alternatif: Kerja Sosial daripada Skorsing

Meski sekolah telah memberikan skorsing, Dedi Mulyadi menawarkan perspektif berbeda. Ia menyarankan agar sanksi yang diberikan lebih bersifat mendidik daripada sekadar memulangkan siswa ke rumah.

"Anak itu mendapat bimbingan di rumah, tetapi saya memberikan saran," lanjut Dedi.

Dedi berharap pihak sekolah mempertimbangkan untuk mengganti hukuman skorsing dengan kerja sosial yang melibatkan kedisiplinan dan kerendahan hati.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore