Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Mei 2025 | 14.37 WIB

Mendaki Gunung Rinjani Diperketat, Barang Bawaan Didata Langgar Aturan Kena Sanksi Blacklist 5 Tahun

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan pengecekan barang bawaan para pendaki Gunung Rinjani. (Humas Kememhut)  - Image

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan pengecekan barang bawaan para pendaki Gunung Rinjani. (Humas Kememhut) 

JawaPos.com–Gunung Rinjani sedang jadi primadona di kalangan pendaki. Masalah yang kerap muncul adalah sampah yang ditinggalkan para pendaki.

Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah memperketat aturan pendaki lewat program Rinjani Zero Waste. Ancaman bagi pendaki yang bandel, blacklist selama 5 tahun. 

Pengecekan penerapan aturan Rinjani Zero Waste itu dipantau langsung Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni pada Minggu (18/5). Dia mengatakan penerapan zero waste dilakukan secara serius.

"Yang akan dilakukan adalah semua barang yang akan dibawa ke atas dihitung, semua ada formulirnya, dihitung barang apa aja yang akan dibawa," ujar Raja Antoni di Kantor resort Taman Nasional Gunung Rinjani pada Minggu (18/5). 

Raja menjelaskan, barang bawaan para pendaki akan diperiksa dan didata. Dalam peninjauan itu, sejumlah pendaki terlihat telah membuka plastik kemasan dan memasukan bahan makanan seperti mi instan dan kopi ke wadah container.

"Misalnya kopi, kopinya berapa sachet, lebih ketat lagi nanti dimasukan ke dalam kontainer jadi tidak lagi membawa plastiknya ke atas," jelas Raja.

Kemudian saat pendaki itu turun, akan dihitung ulang. Untuk mengetahui apakah masih ada sampah yang masih tertinggal di atas. 

Raja mengatakan, pendaki yang tidak membawa turun sampah yang dibawa saat mendaki akan dikenakan sanksi blacklist selama 5 tahun. Oleh sebab itu, Raja meminta masyarakat yang akan mendaki Rinjani agar melakukan persiapan yang baik.

"Sekali lagi lebih baik kalau memang dari daerah, dari Jakarta, dari Surabaya, darimanapun, (barangnya) sudah dikemas, supaya tidak terjadi kemacetan saat penghitungan," tutur Raja Juli. 

Raja berharap dengan penerapan zero waste Rinjani tidak hanya dikenal dengan keindahan. Namun juga kebersihan. Dia menceritakan beberapa sampah yang tidak bisa ditinggalkan, seperti tutup botol, diolah menjadi gantungan kunci. 

Dalam kesempatan itu Menhut Raja Antoni juga turut melakukan pengecekan hingga ke pos 2 Tengengean via jalur Sembalun. Di sana, Menhut Raja Antoni kambali melihat pengecekan barang bawaan para pendaki. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore